OCBC NISP; Tambah produk. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–PT Bank OCBC NISP, Tbk (OCBC NISP) tahun depan mulai bersiap untuk mengikuti program Laku Pandai. Bank yang memiliki kode emiten NISP ini tahun depan akan membuka kantor cabang di wilayah Indonesia bagian timur sebagai bentuk komitmen perseroan dalam melengkapi salah satu syarat mengikuti program Laku Pandai.
“Kami akan buka cabang di Indonesia bagian timur, tepatnya di NTT untuk bisa masuk laku pandai,” kata Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja di Jakarta, Selasa 8 Desember 2015.
Parwati mengatakan pembukaan kantor cabang rencananya akan diwujudkan di kuartal terakhir 2016. Sehingga untuk program Laku Pandai baru kemungkinan baru akan dilakukan di 2017.
Seperti diketahui, secara keseluruhan OJK mencatat ada sekitar 17 bank yang telah mencantumkan program branchless banking dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun 2015. Dari jumlah tersebut, empat bank sudah resmi memulai layanan Laku Pandai.
Mereka adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Sedangkan 13 bank lagi rencananya baru akan meluncurkan di sisa tahun ini.
Mayoritas bank yang minat mengimplementasikan layanan Laku Pandai berasal dari kelompok BUKU III dengan modal antara Rp 5 triliun-Rp 30 triliun yang bakal menggarap branchless. OJK mendorong program Laku Pandai agar lebih dioptimalkan di kawasan Indonesia Timur. Sebab kawasan ini memang paling minim tersentuh layanan jaringan kantor perbankan.(*) Ria Martati
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More