Director of Kaspersky Global Research and Analysis Team (GReAT), Igor Kuznetsov. (Foto: M. Adrianto Sukarso)
Jakarta – Industri perbankan menjadi salah satu sektor paling rentan terhadap serangan siber karena menyimpan data finansial nasabah.
Hal tersebut disampaikan oleh Director of Kaspersky Global Research and Analysis Team (GReAT), Igor Kuznetsov. Menurutnya, selain perbankan, sektor pemerintahan dan teknologi informasi juga kerap menjadi sasaran peretas.
“Akibat dari berbagai serangan siber yang terjadi, ada kekhawatiran data-data penting di-enkripsi oleh ransomware, bocor, atau domainnya diambilalih secara menyeluruh,” ujar Igor, Selasa, 19 Agustus 2025.
Baca juga: OJK Terbitkan Pedoman Keamanan Siber Aset Keuangan Digital, Ini Poin-poinnya
Sepanjang 2024, Kaspersky mencatat lebih dari 300 juta serangan siber berhasil dideteksi dan dihentikan secara global. Dari jumlah tersebut, 62 juta serangan atau sekitar 21 persen terjadi di kawasan Asia-Pasifik.
Secara khusus, ada 1,8 juta malware yang menyerang sektor perbankan dunia, dengan 219 ribu di antaranya tercatat di Asia-Pasifik.
“Hampir 2 juta malware di seluruh dunia yang bertujuan mencuri uang langsung dari nasabah. Dan 12 persen di antaranya menyerang wilayah APAC (Asia-Pacific),” terang Igor.
Di Indonesia, Kaspersky mendeteksi 20 juta serangan siber sepanjang 2024, dengan 649 ribu di antaranya menargetkan sektor perbankan. Seluruh serangan tersebut berhasil dihentikan.
Baca juga: Tangkal Serangan Siber, Perusahaan Perlu Miliki Sistem Proteksi yang Kuat
Namun, Igor mengingatkan bahwa tren serangan siber terus berevolusi, termasuk peningkatan malware berbasis smartphone yang menargetkan nasabah perbankan digital.
“Dalam beberapa tahun terakhir, banyak yang tidak percaya bahwa sekarang, kita mendapatkan semakin banyak malware dalam bentuk mobile, termasuk malware perbankan digital untuk mencuri data nasabah,” papar Igor.
Kaspersky mengimbau pelaku perbankan untuk terus membenahi pertahanan siber. Selain itu, edukasi dan literasi keamanan digital bagi nasabah juga menjadi kunci, mengingat mereka sering menjadi target utama pelaku kejahatan. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More