Jakarta–PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) terus memperkuat permodalan dengan menahan perolehan laba bersih tahun lalu untuk mendukung ekspansi bisnis. Demikian perseroan kembali tidak melakukan pembagian dividen.
Presiden Direktur & CEO OCBC NISP, Parwati Surjaudaja menyatakan, bahwa sejak tahun 2004 perseroan tidak membagikan dividen untuk memperkuat struktur permodalan. “Setelah dikurangi cadangan umum Rp100 juta, RUPS menetapkan laba bersih sebagai laba ditahan,” tukasnya di OCBC NISP Tower, Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017.
Baca juga: OCBC NISP Optimis Kredit Tumbuh 10-15%
Dengan bertambahnya modal, diharapkan bisa mendukung ekspansi bisnis yang dari kredit ditargetkan tumbuh 10-15 persen pada tahun ini. Adapun rasio kecukupan modal (CAR) yang di level 18,3 persen pada akhir 2016, diyakini Direktur Keuangan OCBC NISP, Hartati masih akan terjaga di level 17 persen pada akhir 2017.
Outstanding kredit OCBC NISP tercatat sebesar Rp93,36 triliun per Desember 2016, tumbuh 9 persen dari Rp85,88 triliun di akhir 2015. Dana pihak ketiga (DPK) naik 19 persen dari Rp87,28 triliun menjadi Rp103,56 triliun. Total aset tumbuh 15 persen dari Rp120,48 triliun menjadi Rp138,2 triliun.
Baca juga: OCBC NISP Belum Akan Lanjutkan Penerbitan Obligasi
Dari rasio keuangan lainnya tercatat marjin bunga bersih (NIM) naik jadi 4,6 persen, rasio kredit bermasalah (NPL) meningkat ke level 1,9 persen secara gross, rasio kredit terhadap DPK (LDR) di level 89,9 persen. Adapun return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing ada di level 1,8 persen dan 9,8 persen. (*)
Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More
Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More
Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More
Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More