Perbankan

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Tumbuh 9 Persen, Tembus Rp324 M per Oktober 2025

Poin Penting

  • Volume Tabungan Haji Bank Mega Syariah mencapai Rp324,2 miliar per Oktober 2025, tumbuh 9 persen secara year-to-date, dengan kontribusi lebih dari 20 persen terhadap total tabungan.
  • Jumlah nasabah meningkat 6 persen dibanding akhir 2024, dengan pertumbuhan merata terutama di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
  • Optimisme pertumbuhan didorong penurunan biaya haji 2026 dan layanan digital M-Syariah, yang memudahkan nasabah menabung dan mengelola perencanaan ibadah.

Jakarta – PT Bank Mega Syariah mencatat volume produk Tabungan Haji mencapai Rp324,2 miliar per Oktober 2025, tumbuh 9 persen secara year-to-date (ytd).

Lalu dari sisi jumlah nasabah, terjadi peningkatan sekitar 6 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2024. Pertumbuhan ini tercatat merata di berbagai wilayah, terutama Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Di sisi lain, Perseroan juga mencatat Tabungan Haji menyumbang lebih dari 20 persen terhadap total tabungan Bank Mega Syariah.

Baca juga: Tumbuh di Atas Industri, Pembiayaan Bank Mega Syariah Oktober 2025 Tembus Rp9,18 Triliun

Bank Mega Syariah optimistis kinerja Tabungan Haji akan terus bertumbuh seiring dukungan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan penurunan biaya haji untuk keberangkatan tahun 2026.

Kebijakan ini membuat porsi biaya yang ditanggung jemaah menjadi lebih rendah, sehingga meringankan beban finansial calon jemaah sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi industri perbankan syariah.

Layanan Digital Perkuat Pertumbuhan

Sales and Distribution Division Head Bank Mega Syariah, Dila Karnela Peter, mengatakan bahwa pangsa pasar Bank Mega Syariah dalam layanan Tabungan Haji dan umrah terus menunjukkan tren positif, didukung oleh meningkatnya literasi keuangan syariah dan kemudahan akses terhadap layanan digital. 

“Tabungan Haji terus kami kembangkan baik dari sisi fitur maupun aksesibilitas. Kami optimistis trennya akan terus tumbuh positif seiring dengan biaya haji yang semakin terjangkau dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merencanakan ibadah sejak dini,” kata Dila dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.

Baca juga: Bank Mega Syariah Catat Pembiayaan Rp9,19 Triliun per Oktober 2025, Naik 25,8 Persen

Menurutnya, melalui aplikasi M-Syariah, nasabah dapat melakukan penyetoran, pemantauan saldo, hingga memperoleh informasi secara real time, sehingga memperkuat pengalaman menabung yang praktis dan modern.

Selain itu, bagi jemaah yang membutuhkan kenyamanan bertransaksi di Tanah Suci, kartu pembiayaan Syariah Card menawarkan beragam kemudahan pembayaran serta promo menarik untuk menunjang kebutuhan selama perjalanan ibadah.

“Kami ingin menghadirkan solusi keuangan syariah yang komprehensif untuk mendampingi masyarakat dalam perjalanan ibadahnya dari awal hingga akhir,” imbuhnya.

Melalui penguatan ekosistem haji dan umrah serta inovasi produk digital, Bank Mega Syariah berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merencanakan ibadah dengan lebih mudah, aman, dan nyaman. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

3 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

3 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

4 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

5 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

5 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

6 hours ago