Acara "Infobank Connect: Financial Inclusion 5.0 – Membangun Sistem Perlindungan Data Melalui Teknologi Digital" yang diselenggarakan oleh Infobank Digital berkolaborasi dengan Synology, di Jakarta, Rabu, 24 September 2025. (Foto: M. Zulfikar)
Poin Penting
Jakarta – Institusi keuangan di Indonesia semakin mengandalkan infrastruktur digital untuk menjalankan operasional, melayani nasabah, dan mengikuti standar regulasi. Seiring percepatan digitalisasi, pemanfaatan AI dalam proses kerja membuat efisiensi meningkat, namun juga memunculkan risiko siber baru.
Dalam acara INFOBANK CONNECT: Financial Inclusion 5.0 – Membangun Sistem Perlindungan Data Melalui Teknologi Digital, Synology membagikan kiat bagi industri keuangan untuk memperkuat perlindungan data dan membangun ketahanan siber.
AI telah mengubah cara kerja bisnis, mulai dari otomatisasi proses hingga analisis data dengan kecepatan tinggi. Namun, hal ini juga membuat serangan siber semakin kompleks. Peretas dapat mengeksploitasi akses karyawan ke sistem sensitif untuk menyusup ke jaringan dan mencuri data penting.
“Dengan digitalisasi dan AI yang kini menjadi bagian dari operasi sehari-hari, institusi keuangan menghadapi kerentanan baru yang harus ditangani secara proaktif dan menyeluruh,” ujar Clara Hsu, Country Manager Synology Inc. dalam acara yang diselenggarakan oleh Infobank Digital berkolaborasi dengan Synologi, Rabu, 24 September 2025.
Synology menekankan bahwa backup hanyalah langkah pertama dalam perlindungan data. Cadangan harus dapat dipulihkan sepenuhnya, tahan terhadap serangan, dan terlindung dari ransomware. Pendekatan keamanan berlapis Synology mencakup keamanan dari sisi akses untuk mengontrol siapa yang dapat mengakses data, keamanan dari sisi sistem untuk menutup celah pada perangkat keras dan perangkat lunak, dan keamanan dari sisi data untuk menjaga integritas data melalui enkripsi, salinan yang tidak bisa diubah (immutable), dan penyimpanan di lokasi berbeda.
Baca juga: Ancaman Ransomware Kian Marak, Synology Kasih Solusi Cegah Kebocoran Data
Synology juga merekomendasikan strategi 3-2-1-1-0 backup: memiliki tiga salinan data di dua media berbeda, satu disimpan di luar lokasi, satu salinan offline atau tidak dapat diubah, dan memastikan nol kesalahan saat pemulihan. Dengan cara ini, institusi keuangan dapat pulih lebih cepat dari insiden siber tanpa mengganggu operasional.
“Backup hanyalah langkah pertama. Perlindungan data berarti memastikan data dapat dipulihkan, tetap utuh, serta dikelola secara terpusat dengan strategi yang proaktif,” tambah Clara.
Selama lebih dari 25 tahun, Synology dipercaya secara global dengan lebih dari 13 juta instalasi di berbagai industri, termasuk sektor keuangan. Synology menyediakan solusi penyimpanan data, manajemen, backup, hingga surveillance video untuk menyederhanakan operasional TI, memperkuat keamanan, dan mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.
Baca juga: Synology Bantu Pelaku Usaha Perketat Perlindungan Sistem Keamanan
Sebagai pemimpin dalam manajemen data dan infrastruktur penyimpanan, Synology terus berinovasi untuk menyediakan solusi yang mendukung transformasi digital yang aman, andal, dan efisien. Produk kami mencakup penyimpanan data, pencadangan, kolaborasi file, manajemen video, dan infrastruktur jaringan yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan industri global. (*)
Oleh Paul Sutaryono PEMERINTAH meluncurkan aturan baru tentang devisa hasil ekspor (DHE) valas dari sumber… Read More
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More