Teknologi

Synology Ungkap Strategi Ketahanan Siber untuk Perkuat Data Industri Keuangan

Poin Penting

  • Digitalisasi dan pemanfaatan AI meningkatkan efisiensi industri keuangan, namun juga membuka celah kerentanan baru yang perlu ditangani secara proaktif.
  • Synology menekankan perlunya keamanan berlapis mulai dari kontrol akses, sistem, hingga data dengan enkripsi dan penyimpanan terpisah, serta backup lengkap untuk memastikan pemulihan data yang cepat dan aman.
  • Synology, dengan pengalaman lebih dari 25 tahun dan 13 juta instalasi global, menyediakan solusi manajemen data dan keamanan yang mendukung keberlanjutan transformasi digital di sektor keuangan.

Jakarta – Institusi keuangan di Indonesia semakin mengandalkan infrastruktur digital untuk menjalankan operasional, melayani nasabah, dan mengikuti standar regulasi. Seiring percepatan digitalisasi, pemanfaatan AI dalam proses kerja membuat efisiensi meningkat, namun juga memunculkan risiko siber baru.

Dalam acara INFOBANK CONNECT: Financial Inclusion 5.0 – Membangun Sistem Perlindungan Data Melalui Teknologi Digital, Synology membagikan kiat bagi industri keuangan untuk memperkuat perlindungan data dan membangun ketahanan siber.

Country Manager Synology Inc., Clara Hsu. (Foto: M. Zulfikar)

Perlindungan Data di Era AI

AI telah mengubah cara kerja bisnis, mulai dari otomatisasi proses hingga analisis data dengan kecepatan tinggi. Namun, hal ini juga membuat serangan siber semakin kompleks. Peretas dapat mengeksploitasi akses karyawan ke sistem sensitif untuk menyusup ke jaringan dan mencuri data penting.

“Dengan digitalisasi dan AI yang kini menjadi bagian dari operasi sehari-hari, institusi keuangan menghadapi kerentanan baru yang harus ditangani secara proaktif dan menyeluruh,” ujar Clara Hsu, Country Manager Synology Inc. dalam acara yang diselenggarakan oleh Infobank Digital berkolaborasi dengan Synologi, Rabu, 24 September 2025.

Keamanan Berlapis dan Strategi Backup

Synology menekankan bahwa backup hanyalah langkah pertama dalam perlindungan data. Cadangan harus dapat dipulihkan sepenuhnya, tahan terhadap serangan, dan terlindung dari ransomware. Pendekatan keamanan berlapis Synology mencakup keamanan dari sisi akses untuk mengontrol siapa yang dapat mengakses data, keamanan dari sisi sistem untuk menutup celah pada perangkat keras dan perangkat lunak, dan keamanan dari sisi data untuk menjaga integritas data melalui enkripsi, salinan yang tidak bisa diubah (immutable), dan penyimpanan di lokasi berbeda.

Baca juga: Ancaman Ransomware Kian Marak, Synology Kasih Solusi Cegah Kebocoran Data

Synology juga merekomendasikan strategi 3-2-1-1-0 backup: memiliki tiga salinan data di dua media berbeda, satu disimpan di luar lokasi, satu salinan offline atau tidak dapat diubah, dan memastikan nol kesalahan saat pemulihan. Dengan cara ini, institusi keuangan dapat pulih lebih cepat dari insiden siber tanpa mengganggu operasional.

Country Manager Synology Inc., Clara Hsu, tengah menjelaskan kepada audiens tentang produk Synology ActiveProtect Appliance. (Foto: M. Zulfikar)

Backup hanyalah langkah pertama. Perlindungan data berarti memastikan data dapat dipulihkan, tetap utuh, serta dikelola secara terpusat dengan strategi yang proaktif,” tambah Clara.

Memastikan Infrastruktur IT yang Tangguh

Selama lebih dari 25 tahun, Synology dipercaya secara global dengan lebih dari 13 juta instalasi di berbagai industri, termasuk sektor keuangan. Synology menyediakan solusi penyimpanan data, manajemen, backup, hingga surveillance video untuk menyederhanakan operasional TI, memperkuat keamanan, dan mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.

Baca juga: Synology Bantu Pelaku Usaha Perketat Perlindungan Sistem Keamanan

Sekilas tentang Synology®

Sebagai pemimpin dalam manajemen data dan infrastruktur penyimpanan, Synology terus berinovasi untuk menyediakan solusi yang mendukung transformasi digital yang aman, andal, dan efisien. Produk kami mencakup penyimpanan data, pencadangan, kolaborasi file, manajemen video, dan infrastruktur jaringan yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan industri global. (*)

Yulian Saputra

Recent Posts

Purbaya Beberkan Penerimaan Pajak Januari 2026 Capai Rp116,2 T, Tumbuh 30,8 Persen

Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More

6 mins ago

Andy Arslan Djunaid Mundur dari Kursi Komut JMA Syariah, Ada Apa?

Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More

27 mins ago

Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,07 Persen di 2025

Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More

34 mins ago

Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025

Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More

53 mins ago

Purbaya Bersyukur per Januari 2026 Pendapatan Negara Rp172,7 Triliun, Ini Penopangnya

Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More

1 hour ago

Pemerintah dan DPR Sepakat Bentuk Panja Revisi UU P2SK

Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More

2 hours ago