Internasional

Susul Minyak Dunia, Harga Emas Melemah

Jakarta – Meredanya konflik Israel-Iran turut berimbas pada harga emas yang melemah pada perdagangan di awal pekan, Senin (22/4), di level USD2.375 per troy ons.

Tercatat, sebelumnya harga emas melejit melewati USD2.410 per troy ons pada perdagangan Jumat (19/4), atau kembali menyentuh rekor tertinggi anyar (new all time high)

Bahkan, emas sempat melejit 1,25 persen lantaran investor berlomba membeli aset safe-haven yang didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Baca juga : Konflik Israel-Iran Mereda, Harga Minyak Ikut Turun

Diketahui, penurunan harga emas terjadi karena tekanan kuatnya data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk penjualan ritel dan PMI Manufaktur Philadelphia, dan komentar hawkish dari beberapa pejabat bank sentral The Federal Reserve (The Fed).

Di mana, prospek suku bunga yang ketat dalam jangka waktu turut lama membebani emas batangan. Hal ini lantaran suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik aset-aset yang tak memberikan imbal hasil seperti emas.

Diperkirakan, pada pekan ini harga emas mengalami kenaikan lebih dari 2 persen yang didukung oleh ketegangan geopolitik yang tengah berlangsung.

Selain emas, meredanya konflik Israel-Iran juga turun berimbas pada harga minyak. Tercatat, pada pembukaan perdagangan Asia, harga minyak berjangka brent turun 54 sen atau 0,6 persen ke US$86,75 per barel.

Baca juga : Israel-Iran Makin Memanas, Bursa Asia Rontok dan Harga Minyak Melejit

Dinukil CNN, kontrak minyak tanah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk Mei 2024, yang berakhir pada Senin turun 12 sen menjadi US$83,02 per barel. Adapun kontrak Juni, turun 47 sen atau 0,6 persen ke US$81,75 per barel.

Analis menyatakan, turunya harga minyak terjadi sebagai dampak konflik Israel-Iran. Utamanya, setelah konflik Israel dan Iran mereda. Selain faktor itu, minyak juga tertekan adanya peningkatan cadangan di AS.

“Kekhawatiran ekonomi kembali menjadi faktor bearish di pasar minyak mentah dengan harga di bawah tekanan karena peningkatan besar dalam persediaan AS,” ungkap Analis Pasar Independen Tina Teng.

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

13 mins ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

3 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

9 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

10 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

11 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

12 hours ago