Ilustrasi: Layanan paylater/istimewa.
Jakarta – Bisnis layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater tengah dijajaki bank-bank jumbo seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Rupanya, langkah ini juga diikuti oleh Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) yang mengumumkan akan meluncurkan layanan paylater pada akhir tahun ini.
Lending and Fintech Product & Partnership Head Bank Sampoerna Oktavia Laksmi Wardani mengatakan, pihaknya saat ini telah mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan bisnis BNPL.
“Kita sudah mengajukan izin ke OJK. Doakan akhir tahun 2024 sudah bisa keluar layanan paylater kami,” katanya, di Jakarta, 22 Mei 2024.
Ia menargetkan, paylater dapat segera di-launching pada kuartal-III 2024. Dengan peluncuran layanan satu ini, diharapkan dapat menambah jumlah nasabah Bank Sampoerna semakin tebal.
Baca juga: DPR Desak OJK Tindaklanjuti Kasus-kasus Pelanggaran SPaylater
Diakuinya, bukan tanpa risiko dalam meluncurkan sebuah layanan paylater seperti non performing loan (NPL) alias kredit macet.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, NPL layanan buy now paylater (BNPL) per April 2023 mencapai 9,7% atau di atas batas aman 5%. Berdasarkan umur, rentang usia muda 20-30 tahun menyumbang 47,78% terhadap rasio NPL BNPL.
“Kita sudah memastikan bahwa Bank Sampoerna telah memitigasi apapun risiko ke depan yang terjadi sekarang itu,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa mitra untuk meminimalisir risiko dari bisnis BNPL tersebut.
“Kriteria untuk mendapatkan fasilitas kredit BNPL yakni bagi yang memiliki rekam jejak kredit yang baik dan sudah memiliki penghasilan,” pungkasnya.
Bisnis Paylater
PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) sendiri mencatat positif kinerja Paylater yang baru diluncurkannya sejak akhir September 2023. Dalam kurun waktu 2,5 bulan setelah fasilitas tersebut dilucurkan pengguna Paylater BCA mencapai 52.000 nasabah.
Direktur BCA, Santoso mengatakan, total plafon dari Paylater BCA yang sudah diberikan mencapai Rp400 miliar, dengan outstanding 25-30 persen.
Baca juga: Top! Baru Diluncurkan Paylater BCA Sudah Salurkan Dana Hingga Ratusan Miliar
“Outstanding juga cukup bagus, sekitar 25-30 persen ini cukup sehat,” ujar Santoso dalam Konferensi Pers, Kamis 25 Januari 2024.
Selain itu, Santoso menyebutkan bahwa fasilitas BNPL (Buy now Pay Later) BCA ini bertujuan untuk menjaga arus kas nasabah dalam kebutuhan konsumtif dengan cara mencicil.
Adapun Bank Mandiri resmi meluncurkan Livin’ Paylater, alternatif pembayaran beli sekarang bayar nanti yang dapat menjadi solusi nasabah untuk mengelola arus kas termasuk pembelian barang atau jasa yang dibutuhkan dengan lebih praktis, pada Desember 2023.
Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto menjelaskan, Livin’ Paylater memberikan nilai tambah pada ragam produk serta layanan finansial Bank Mandiri yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, khususnya untuk nasabah terpilih dan eligible.
Selain BCA dan Bank Mandiri, bisnis paylater juga dijajaki oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More