Ekonomi dan Bisnis

Surveyor Indonesia Siap Bidik Bisnis Baru

Surabaya – PT Surveyor Indonesia (Persero) siap melakukan ekspansi dan memasuki bisnis baru, di luar bisnis intinya. Ekspansi secara anorganik juga menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan oleh perseroan.

BUMN yang bergerak di bidang layanan pemberian kepastian secara tidak memihak (independent assurance) ini fokus pada 4 sektor yakni migas, minerba, infrastruktur, serta penguatan institusi dan kelembagaan (PIK).

Direktur Utama Surveyor Indonesia Dian M.Noer mengatakan, bahwa saat ini perseroan tengah mempertimbangkan beberapa sektor yang dinilai cocok dengan rencana pengembangan.

“Kami harus masuk ke bisnis baru. Yang ada kami optimalkan. Kami lirik bisnis lain. Ekspansi anorganik juga masuk radar kami,” katanya di Surabaya, Kamis, 26 September 2019.

Pengembangan bisnis ini, lanjut Dian, mungkin saja dilakukan lewat akuisisi perusahaan yang fit in dan menjanjikan bagi Surveyor Indonesia. Ia mencontohkan bisnis di bidang digital maupun health care bisa menjadi bisnis yang menarik.

“Surveyor Indonesia terus berinovasi dalam layanan diversifikasi bisnis dengan mengembangkan bisnis baru atau model bisnis baru yang berbasis teknologi digitalisasi serta melakukan diferensiasi produk dan jasa yang berbeda dengan kompetitor yang ada untuk memenangkan pasar,” tutur Dian.

Untuk menyokong rencana pengembangan bisnis, perseroan melakukan transformasi. Digitalisasi dan human capital menjadi salah satu fokus transformasi Surveyor Indonesia.

“SDM menjadi backbone karena kami ini kan perusahaan penyedia jasa. Kami sudah jalankan management development program untuk staf dari internal. Program management trainee juga kami lakukan dalam merekrut tenaga fresh graduate atau dengan pengalaman kerja 1 sampai 2 tahun. Mereka ini akan jadi penopang utama Surveyor Indonesia ke depan,” papar Dian. (*) Ari As

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

30 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

39 mins ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

59 mins ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More

1 hour ago

CEO Infobank: Jual Beli Kendaraan STNK Only Ilegal dan Berisiko Pidana

Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More

1 hour ago