Gedung PT Surveyor Indonesia/Istimewa
Jakarta – PT Surveyor Indonesia (Persero) (Surveyor Indonesia) telah membukukan pendapatan usaha hingga Triwulan III-2017 sebesar Rp 631 miliar. Direktur Utama Surveyor Indonesia M.Arif Zainuddin mengatakan, pihaknya optimis dapat meraih pendapatan usaha hingga Rp 1 triliun pada akhir tahun ini atau meningkat sebesar 18,6 persen di bandingkan tahun 2016.
“Sampai dengan 30 September tahun 2017 pendapatan yang kita peroleh Rp 631 miliar. Hingga akhir tahun kita targetkan Rp 1 triliun,” kata Arif saat pemaparan kinerja Triwulan III-2017 di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa 7 November 2017.
Selain itu untuk angka laba, Arif memaparkan laba sebelum pajak hingga triwulan III-2017 sebesar Rp 118 miliar. Sedangkan target untuk tahun 2017, laba sebelum pajak diprediksikan mencapai Rp 131 miliar atau meningkat sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun 2016.
“Kita lihat pencapaian kita per September itu saja Rp 118 miliar sehingga target kita akhir tahun Rp 131 miliar, ini sedikit lagi untuk mengejar sesuai RKAP, kita yakin ini akan terlampaui,” ujarnya.
Sementara itu Arif juga menyampaikan, untuk Pendapatan Usaha yang mencapai Rp 631 Miliar di sumbang oleh Sektor Penguatan Institusi dan Kelembagaan, Sektor Migas dan Sistem Pembangkit, Sektor Mineral Dan Batubara, serta Sektor Bisnis Infrastruktur.(*)
Jakarta - Tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) diyakini akan mengubah perdagangan global… Read More
Jakarta - Pemberlakuan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pasar… Read More
Washington - Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS), Scott Bessent menyarankan negara-negara yang terdampak tarif… Read More
Jakarta - Guru Besar Bidang Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S. Damanhuri membeberkan sejumlah… Read More
Jakarta – Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal hingga 54 persen terhadap lebih dari 60 negara mitra… Read More
Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif kebijakan impor baru 10 persen… Read More