Analisis

Survei Populix: 96% Masyarakat Indonesia Berlibur Akhir Tahun di Dalam Negeri

Jakarta – Setelah berjuang menghadapi pandemi selama dua tahun terakhir, sektor pariwisata di Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya mulai merangkak naik seiring dengan melonggarnya berbagai persyaratan perjalanan, baik di dalam maupun ke luar negeri.

Maka, tak heran bila mendekati momentum liburan panjang akhir tahun 2022, antusiasme masyarakat Indonesia untuk pergi berlibur terasa semakin menghangat.

Berangkat dari hal tersebut, Populix kembali melakukan survei untuk melihat lebih lanjut seputar rencana masyarakat Indonesia dalam melakukan perjalanan liburan akhir tahun. Dirangkum dalam laporan berjudul “End of Year Vacation Plan Report 2022”, hasil survei menunjukkan bahwa 87% masyarakat Indonesia memiliki rencana berlibur pada akhir tahun, dimana 96%-nya memilih untuk menikmati liburan di dalam negeri.

“Dibandingkan dengan tahun lalu, minat masyarakat untuk berlibur pada tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Setelah dua tahun berjuang menghadapi pandemi, momentum liburan akhir tahun ini menjadi begitu berharga, terlebih bagi masyarakat yang sudah lama menantikan untuk kembali berlibur bersama dengan keluarga,” ujar Co-Founder dan COO Populix, Eileen Kamtawijoyo, dikutip Rabu, 14 Desember 2022.

Hasil survei Populix menunjukkan bahwa 69% responden menyatakan berencana untuk berlibur bersama keluarga dengan durasi perjalanan hingga lima hari. Bahkan, sebagian besar masyarakat telah mempersiapkan agenda berlibur mereka sejak enam bulan hingga satu minggu sebelum keberangkatan.

Mereka mulai merencanakan perjalanan tersebut sejak satu sampai enam bulan sebelumnya (45%), serta satu sampai empat minggu sebelum keberangkatan (34%). Untuk mendukung perencanaan tersebut, 70% masyarakat Indonesia mencari rekomendasi seputar objek wisata terkini dari keluarga atau teman, dan 69% masyarakat memanfaatkan kekuatan sosial media seperti Instagram (87%), YouTube (69%), dan TikTok (56%) dalam mencari referensi tempat wisata.

Sementara itu terkait durasi berlibur, 49% masyarakat berencana menghabiskan tiga hingga lima hari untuk perjalanan liburan akhir tahun mereka, dan 31% berencana menghabiskan kurang dari tiga hari untuk berlibur di akhir tahun ini. Dengan durasi tersebut, mayoritas masyarakat telah mempersiapkan total anggaran perjalanan sebesar Rp1 juta hingga Rp3 juta per individu (47%) untuk pergi berlibur.

Masyarakat Indonesia juga menyatakan bahwa mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu liburan dengan menikmati wisata alam (67%) dan berwisata kuliner (65%), diikuti dengan staycation (48%), mengunjungi taman bermain atau wahana atraksi (45%), dan berkunjung ke rumah keluarga (32%).

Sebesar 96% masyarakat memilih untuk menikmati liburan di dalam negeri pada akhir tahun ini, dengan destinasi paling favorit meliputi Bali (20%), Yogyakarta (17%), Bandung (15%), dan Lombok (13%). Sedangkan di antara 4% masyarakat yang berencana untuk menghabiskan liburan akhir tahun mereka di luar negeri cenderung memilih Singapura (36%), Thailand (19%), dan Arab Saudi (12%).

Transportasi dan akomodasi selama liburan

Mobil (34%) dan pesawat terbang (31%) masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk berlibur. Beberapa alasan yang melatarbelakangi pemilihan moda transportasi untuk perjalanan ini meliputi jadwal yang fleksibel (52%), dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan (49%), biaya yang lebih murah (44%), dapat membawa barang banyak (41%), dan ketepatan waktu (41%).

Pembelian tiket melalui aplikasi perjalanan saat ini sangat diminati oleh 40% masyarakat Indonesia karena kemudahan dalam penggunaan aplikasi (68%), proses mudah dan cepat (60%), serta mendapatkan harga termurah (53%). Traveloka (67%) dan Tiket.com (31%) merupakan dua aplikasi perjalanan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk memesan transportasi. Di sisi lain, 39% masyarakat juga memilih untuk melakukan pembelian tiket melalui situs resmi maskapai penerbangan, bus, sewa mobil, kereta api, dan sebagainya.

Untuk akomodasi, sepertiga masyarakat Indonesia memilih untuk tinggal di hotel bintang 1-3 atau budget hotel (30%). Namun, sebagian dari masyarakat juga memilih akomodasi yang lebih premium seperti villa (13%), resort (12%), dan hotel bintang 4-5 (8%).

Pertimbangan utama dalam memilih akomodasi selama liburan adalah harga yang terjangkau (51%), dapat menginap bersama rombongan (41%), dan lokasi dekat dengan pusat kota (40%). Hal lain yang juga diperhatikan oleh masyarakat meliputi review yang baik (38%), memiliki pemandangan sekitar yang bagus (36%), ukuran kamar yang memadai (36%), memberikan privasi (36%), serta memiliki fasilitas yang lengkap (35%).

Sementara untuk pemesanan akomodasi, mayoritas masyarakat lebih memilih untuk memesan akomodasi secara online melalui aplikasi perjalanan (38%) karena kemudahan dalam penggunaan aplikasi (67%), proses mudah dan cepat (65%), serta menawarkan berbagai metode pembayaran (57%).

Traveloka (67,5%) dan Tiket.com (21%) merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk memesan akomodasi. Sementara itu, 23% masyarakat memilih untuk melakukan reservasi dengan datang langsung ke penginapan yang dituju, melalui agen perjalanan (13%), menelpon ke penginapan (12%), dan melalui website resmi penginapan (10%).

Meskipun mayoritas masyarakat telah memiliki rencana untuk berlibur, 13% masyarakat memilih untuk tidak berlibur pada akhir tahun ini. Alasan terbesar yang menyebabkan masyarakat tidak akan melakukan perjalanan akhir tahun, yakni anggaran terbatas (61%). Selain itu, sebagian masyarakat juga memiliki kekhawatiran dengan situasi kesehatan yang masih tidak menentu (20%), tidak memiliki teman untuk melakukan perjalanan (16%), adanya isu seputar kemungkinan resesi yang akan terjadi tahun depan (15%), dan sulit mendapatkan cuti dari kantor (15%). (*) Steven Widjaja

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Variabel Penting dalam Perang Teluk?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia PERANG… Read More

4 hours ago

Riset HID: 73 Persen Perusahaan Prioritaskan Manajemen Identitas di Tengah Ancaman Siber

Poin Penting Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya… Read More

9 hours ago

Menguak Dugaan Kegagalan KAP dan Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Skandal Kredit Sritex

Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More

11 hours ago

Top! Laba Bank Kalbar Februari 2026 Tumbuh 14,81 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Poin Penting Hingga Februari 2026, Bank Kalbar mencetak laba Rp98,71 miliar, naik 14,81 persen (yoy),… Read More

13 hours ago

Ikut Earth Hour 2026, BCA Pastikan Jaringan dan Layanan Perbankan Berjalan Normal

Poin Penting BCA berpartisipasi dalam Earth Hour 2026 dengan memadamkan lampu dan perangkat non-esensial selama… Read More

16 hours ago

Analis Elev8 Ungkap Anak Muda Punya Pandangan Baru Soal Sukses Finansial

Poin Penting Milenial dan Gen Z tidak lagi terpaku pada indikator tradisional seperti kepemilikan rumah,… Read More

21 hours ago