Teknologi

Survei Nutanix: 97 Persen Lembaga Keuangan Masih Hadapi Tantangan Adopsi GenAI

Poin Penting

  • Adopsi GenAI meningkat pesat di sektor keuangan, dengan 51 persen lembaga keuangan Indonesia sudah mengintegrasikannya dalam operasional.
  • Keamanan, privasi, dan kepatuhan menjadi fokus utama, di mana 96 persen responden menilai penerapan GenAI mengubah prioritas keamanan data.
  • Modernisasi infrastruktur dan hybrid multicloud jadi kunci sukses, karena 92 persen responden menilai infrastruktur cloud perlu ditingkatkan agar mampu mendukung aplikasi GenAI.

Jakarta – Studi terbaru Nutanix Financial Services Enterprise Cloud Index (ECI) menunjukkan bahwa industri jasa keuangan tengah mempercepat adopsi Generative AI (GenAI) untuk meningkatkan produktivitas, otomatisasi, dan efisiensi. Namun, keberhasilan jangka panjang penerapannya dinilai masih bergantung pada kesiapan infrastruktur dan talenta digital.

Selain itu, hampir seluruh organisasi jasa keuangan yang disurvei sudah memanfaatkan aplikasi atau beban kerja GenAI, terutama untuk dukungan pelanggan dan pembuatan konten. Meski demikian, 97 persen responden mengakui masih perlu melakukan lebih banyak upaya untuk mengamankan model dan aplikasi GenAI mereka.

Di Indonesia, adopsi teknologi ini juga menunjukkan kemajuan signifikan. Sebanyak 51 persen lembaga keuangan sudah mengintegrasikan GenAI ke dalam operasional sehari-hari, dan 49 persen pemimpin bisnis memprioritaskannya untuk meningkatkan layanan pelanggan. Bahkan, 34 persen di antaranya telah melihat manfaat nyata, sementara 27 persen menilai GenAI berpotensi menciptakan produk dan layanan baru.

Meski optimis, berbagai tantangan tetap mengemuka, mulai dari risiko halusinasi dan bias, hingga privasi data dan keamanan siber. Kekurangan talenta juga menjadi penghambat besar, dimana 98 persen responden mengaku kesulitan membawa proyek GenAI dari tahap pengembangan ke tahap produksi karena minimnya tenaga ahli dan integrasi sistem.

Baca juga: Teknologi AI Diklaim Mampu Tekan Biaya Pelaporan Keberlanjutan Emiten

Hasil survei juga menyoroti beberapa temuan utama, diantaranya pertama, Modernisasi Infrastruktur Jadi Kunci: 92 persen responden menilai infrastruktur cloud mereka perlu ditingkatkan agar mampu mendukung aplikasi cloud-native dan kontainerisasi. Fragmentasi data dan keterbatasan portabilitas aplikasi masih menjadi hambatan.

Kedua, Keamanan dan Kepatuhan di Garis Depan: Sebanyak 96 persen responden menyebut penerapan GenAI telah mengubah prioritas keamanan dan privasi data mereka, sementara 90 persen menyoroti risiko keamanan di ekosistem vendor IT yang semakin kompleks.

Ketiga, Return on Investment (ROI) Butuh Waktu: 58 persen responden berharap memperoleh keuntungan dari GenAI dalam satu hingga tiga tahun, sementara 39 persen masih mengantisipasi potensi kerugian dalam 12 bulan ke depan.

Menurut Robert Kayatoe, Country Manager Nutanix Indonesia, sektor keuangan Tanah Air kini memanfaatkan GenAI sebagai alat strategis untuk mendorong efisiensi dan inovasi layanan.

“Banyak lembaga sudah melihat manfaat nyata GenAI, namun kekhawatiran soal privasi data, keamanan siber, dan kebutuhan peningkatan keterampilan karyawan tetap besar,” ujarnya, seperti dikutip, Kamis, 13 November 2025.

Baca juga: Studi IBM: Adopsi Teknologi AI di RI Terkendala Infrastruktur, Keamanan Data, dan Talenta

Ia menambahkan, hybrid multicloud dan kontainerisasi menjadi fondasi penting bagi kesuksesan GenAI karena memberikan kelincahan, skalabilitas, dan keamanan untuk berinovasi secara bertanggung jawab.

Survei tahunan Nutanix ECI edisi ketujuh ini dilakukan oleh lembaga riset Vanson Bourne pada musim gugur 2024, melibatkan 1.500 pengambil keputusan IT dan DevOps di berbagai sektor, termasuk lembaga jasa keuangan dari kawasan Amerika, EMEA, dan Asia Pasifik – Jepang. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

7 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

7 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

8 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

14 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

14 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

15 hours ago