Keuangan

Survei Inventure: 92 Persen Kelas Menengah Tolak Kenaikan PPN 12 Persen

Jakarta – Berdasarkan survei terbaru dari Inventure, sebanyak 92 persen kelas menengah menginginkan Presiden Prabowo Subianto membatalkan atau merevisi kebijakan pemerintahan era Jokowi soal kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 2025.

Founding Chairman Indonesia Industry Outlook Yuswohady mengatakan dalam survei yang menanyakan apa saja kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi yang seharusnya dibatalkan, direvisi, atau dilanjutkan oleh Pemerintah Prabowo-Gibran.

Baca juga: Riset: Budaya Nongkrong Kelas Menengah Bertahan di Tengah Krisis Daya Beli

“Penurunan daya beli dan ketidakpastian ekonomi global membuat beberapa kebijakan dianggap tidak berpihak pada rakyat,” ujar Yuswohady dalam acara Indonesia Industry Outlook 2025 Conference, Rabu 23 Oktober 2024.

Tolak Kenaikan PPN 12 Persen

Hasilnya, sebanyak 43 persen responden ingin kebijakan kenaikan pajak PPN 12 persen tahun 2025 dibatalkan, 43 persen ingin revisi, sehingga totalnya 92 persen. Sedangkan sisanya 7 persen setuju untuk dilanjutkan.

Kebijakan selanjutnya, terkiat dengan pembangunan infrastruktur yang memangkas alokasi anggaran kesejahteraan sosial juga ditolak sebanyak 34 persen, 47 persen meminta untuk direvisi kembali, dan 19 persen meminta untuk dilanjutkan.

Baca juga: Survei Inventure: Kelas Menengah Mulai Tunda Punya Rumah hingga Menikah

Lalu, kelas menengah juga menolak kebijakan penghapusan kelas BPJS sebanyak 32 persen, 45 persen meminta direvisi, dan 23 persen setuju dilanjutkan.

“Selain pembatalan, masyarakat juga mendorong revisi terhadap kebijakan yang dinilai dapat memperbaiki kondisi sosial-ekonomi mereka. Kebijakan yang paling banyak mendapat seruan untuk direvisi adalah kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi 66 persen dan kebijakan tarif KRL berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) 64 persen,” ungkap Yuswohady. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

4 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

16 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

16 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

16 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

16 hours ago