News Update

Survei Indef: 70% Masyarakat Tolak Pengenaan Pajak Sembako

Jakarta – Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini menyatakan, sebanyak 70% masyarakat menolak pengenaan pajak untuk sembako di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

Hal tersebut sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Continuum yang merupakan lembaga sayap Indef. Dirinya menyebut, survei tersebut diambil berdasarkan kombinasi data ekonomi serta sentimen masyarakat.

“Kalau kita bicara dengan Pemerintah, sebelum melakukan kebijakan terhadap pajak sembako itu harus ada sosialisasi sekuat mungkin sehingga 70% itu paling tidak turun menjadi 40% 30%,” kata Didik melalui video conference di Jakarta, Senin 28 Juni 2021.

Didik menambahkan, dalam survei tersebut masyarakat menilai kebijakan pajak sembako tidak mencerminkan keadilan kepada kepentingan masyarakat. Dimana saat pandemi seperti ini kebutuhan sembako justru akan meningkat.

“Masyarakat merasa tidak adil kalau pajak sembako itu dikenakan sementara (sembako) itu kebutuhan penting pada saat krisis. Di mana banyak masyarakat terlempar dari pekerjaan banyak sekali perusahaan yang seperti zombie,” tambah Didik.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan sembako yang dijual di pasar tradisional tidak akan dikenakan pajak alias bebas PPN. Namun demikian, pemerintah tetap berencana mengenakan pajak untuk sembako premium diantaranya beras shirataki hingga daging sapi wagyu. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

43 mins ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

1 hour ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

2 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

3 hours ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

3 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

3 hours ago