Moneter dan Fiskal

Survei BI: Tingkat Keyakinan Konsumen Meningkat

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan Survei Konsumen Mei 2023 mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2023 sebesar 128,3, lebih tinggi dibandingkan 126,1 pada bulan sebelumnya.

Kepala Departemen Komunikasi, Erwin Haryono mengatakan, menguatnya optimisme konsumen didorong oleh peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap ekonomi ke depan.

“Hal tersebut tecermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Mei 2023 yang masing-masing tercatat sebesar 118,9 dan 137,8, lebih tinggi dari 116,6 dan 135,5 pada bulan sebelumnya,” ujar Erwin dalam keterangannya, Senin 12 Juni 2023.

Pada Mei 2023, keyakinan konsumen terpantau tetap kuat pada seluruh kategori pengeluaran. Peningkatan optimisme terutama tercatat pada responden dengan pengeluaran Rp4,1 – Rp5 juta. Berdasarkan usia, keyakinan konsumen juga terpantau optimis pada seluruh kategori usia responden, meskipun penurunan terjadi pada kelompok usia 20–30 tahun.

“Secara spasial, sebagian besar kota mencatat kenaikan IKK, tertinggi di Bandar Lampung sebesar 27,3 poin, diikuti Banjarmasin sebesar 15,6 poin dan Palembang 8,3 poin,” jelasnya.

Pada Mei 2023, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, tecermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Mei 2023 sebesar 118,9, lebih tinggi dibandingkan 116,6 pada April 2023.

“Menguatnya IKE Mei 2023 didorong oleh meningkatnya seluruh komponen pembentuknya, tertinggi pada Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja yang meningkat sebesar 3,0 poin menjadi 121,1 pada Mei 2023,” katanya.

Kemudian, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan terpantau meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Mei 2023 sebesar 137,8, lebih tinggi dari 135,5 pada April 2023.

“Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang menguat terutama ditopang oleh meningkatnya ekspektasi terhadap kegiatan usaha dan ketersediaan lapangan kerja masing-masing tercatat sebesar 139,9 dan 136,6, lebih tinggi dari 132,1 dan 136,5 pada bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara itu, ekspektasi penghasilan mengalami penurunan, terindikasi dari indeks sebesar 136,9 pada Mei 2023, menurun dibandingkan 137,9 pada bulan sebelumnya. Secara spasial, peningkatan IEK Mei 2023 terjadi di sebagian besar kota cakupan survei dengan peningkatan tertinggi di Bandar Lampung sebesar 32,8 poin, diikuti Banjarmasin 14,6 poin dan Mataram 12,5 poin. 

Pada April 2023, ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan terindikasi meningkat, utamanya pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp3,1–4 juta.

Lebih lanjut, konsumen memprakirakan ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang akan sedikit meningkat. Berdasarkan tingkat pendidikan, peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok responden dengan tingkat pendidikan Akademi. Dari sisi usia, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja tercatat optimis pada seluruh kelompok usia responden.

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap penghasilan ke depan terindikasi menurun, terdalam pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp2,1–3 juta. Berdasarkan usia, menurunnya ekspektasi terhadap penghasilan ke depan terjadi pada sebagian kelompok responden.

Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) Mei 2023 tercatat sebesar 75,4%, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 75,2%.

“Rata-rata proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) sebesar 8,8%, juga relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya. Sementara itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat menurun pada Mei 2023, yaitu menjadi sebesar 15,7%,” imbuhnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan terpantau meningkat pada hampir seluruh kelompok. Peningkatan tertinggi terjadi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp4,1–5 juta. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Demutualisasi BEI Masih Tunggu PP, OJK Siapkan Aturan Turunan

Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More

8 hours ago

Kadin Bidik Peningkatan Investasi Lewat Integrasi Asia Pasifik di ABAC Meeting I 2026

Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More

8 hours ago

Perluas Akses Investasi Nasabah, Maybank AM Luncurkan Tiga Reksa Dana Anyar

Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More

10 hours ago

BTN Bukukan Laba Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 16,4 Persen

Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More

10 hours ago

Deretan Emiten Big Caps dengan Free Float di Bawah 15 Persen, Ada Siapa Saja?

Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More

13 hours ago

Thomas Resmi Jadi DG BI, Wamenkeu Suahasil dan Juda Harap Kolaborasi Makin Erat

Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More

13 hours ago