penjualan ritel
Jakarta–Survey penjualan eceran yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, bahwa secara tahunan penjualan eceran pada Oktober 2015 menguat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) Oktober 2015 yang sebesar 8,8% (year on year/yoy) atau lebih tinggi dari 7,1% (yoy) pada September 2015.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, pertumbuhan IPR Oktober 2015 yang meningkat tersebut, didorong oleh meningkatnya pertumbuhan penjualan makanan, minuman dan tembakau. Secara regional, pertumbuhan penjualan eceran tertinggi terjadi di Bandung sebesar 31,9% (yoy).
“Meningkatnya pertumbuhan penjualan eceran diperkirakan masih akan terjadi pada November 2015. Kondisi tersebut tercermin dari perkiraan IPR November 2015 yang sebesar 186,4 atau tumbuh 11,4% (yoy) dari bulan sebelumnya,” ujar Tirta di Jakarta, Selasa 8 Desember 2015.
Peningkatan pertumbuhan penjualan riil diperkirakan terjadi pada seluruh jenis kelompok barang, dengan pertumbuhan tahunan tertinggi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 24,8% (yoy). Survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga pada Januari 2016 diperkirakan menurun.
“Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan mendatang yang tercatat sebesar 147,4, lebih rendah dari 150,2 pada bulan sebelumnya. “Penurunan ekspektasi tekanan harga tersebut sejalan dengan kembali normalnya permintaan konsumen setelah Natal dan Tahun Baru,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More