Moneter dan Fiskal

Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun Tipis di Agustus 2025

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga. Pada Agustus 2025 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level optimis sebesar 117,2, meskipun sedikit lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 118,1.

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia, optimisme konsumen pada Agustus 2025 bersumber dari keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan yang tetap terjaga pada level optimis.

Terjaganya keyakinan konsumen pada Agustus 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis. Tercatat, IKE sebesar 105,1, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 106,6 pada bulan sebelumnya.

Adapun terjaganya IKE bersumber dari komponen Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat di level optimis masing-masing sebesar 116,9 dan 105,1. Sementara itu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) berada di level pesimis sebesar 93,2.

Baca juga: Purbaya: Ekonomi Lambat Akibat Salah Urus Fiskal-Moneter, Bukan Kondisi Global

Secara umum, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tercatat tetap optimis untuk sebagian besar kelompok konsumen. Berdasarkan kelompok pengeluaran, indeks tertinggi tercatat pada responden pengeluaran lebih dari Rp5 juta sebesar 123,8, diikuti oleh pengeluaran Rp3,1-4 juta sebesar 118,7.

Sementara itu, kelompok pengeluaran Rp1-2 juta mengalami penurunan persepsi terhadap penghasilan saat ini dan berada di level pesimis sebesar 99,8.

Selanjutnya, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini berada pada zona pesimis (<100). Persepsi responden kelompok pendidikan Sarjana dan Pascasarjana mengalami perbaikan dan berada pada zona optimis dengan indeks masing-masing sebesar 103,7 dan 111,7, sementara kelompok pendidikan SMA dan Akademi/Diploma berada di zona pesimis dengan indeks 88,2 dan 97,5 

Sementara, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan terjaga pada level optimis (>100). Hal ini tecermindari IEK Agustus 2025 sebesar 129,2, relatif stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 129,6.

IEK Agustus 2025 didukung oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) tercatat masing-masing sebesar 136,7 dan 128,2, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 136,4 dan 127,5.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) tetap di level optimis sebesar 122,8, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 125,0.

Selanjutnya, prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada enam bulan mendatang tercatat menurun pada seluruh tingkat pendidikan, kecuali pada tingkat pascasarjana yang meningkat menjadi sebesar 142,7.

Baca juga: Ekonom: Konsumsi Pekerja Sektor Informal Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II 2025

Lebih lanjut, pada Agustus 2025, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 74,8 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 75,4 persen. 

Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) pada Agustus 2025 sebesar 11,4 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar sebesar 10,9 persen. Lalu. proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) pada Agustus 2025 relatif stabil sebesar 13,7 persen.

Adapun proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada sebagian kelompok pengeluaran, terutama Rp1-2 juta sebesar 76,5 persen dan Rp3,1-4 juta 73,9 persen.

Selain itu, porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan mengalami peningkatan terutama juga pada kelompok pengeluaran Rp1-2 juta sebesar 9,6 persen dan Rp3,1-4 juta 12,1 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

7 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

9 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

9 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

9 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

9 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

10 hours ago