Moneter dan Fiskal

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Kuartal II 2025

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan usaha meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Hal tersebut tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan II 2025 sebesar 11,70 persen, lebih tinggi dari 7,63 persen pada triwulan I 2025. Namun secara tahunan, angka SBT triwulan II 2025, lebih rendah dari triwulan lI 2024 yang sebesar 17,20 persen.

Meningkatnya kegiatan dunia usaha tersebut didorong oleh kenaikan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU), terutama administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial dengan SBT 0,67 persen. Ini sejalan dengan pencairan anggaran sesuai pola seasonal-nya.

Baca juga: Simulasi Luhut: Tarif Trump Turun Bisa Naikkan Ekonomi RI 0,5 Persen

“Serta LU industri pengolahan dengan SBT 1,29 persen dan LU penyediaan akomodasi dan makan minum SBT 0,73 persen, sejalan dengan permintaan yang terjaga pada periode rangkaian libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idulfitri, Wafat Isa Almasih, Kebangkitan Isa Almasih, Waisak, dan Iduladha sepanjang triwulan II 2025,” tulis laporan hasil SKDU, Jumat, 18 Juli 2025.

Sementara, kapasitas produksi terpakai pada triwulan II 2025 tercatat sebesar 73,58 persen, meningkat dibandingkan dengan triwulan I 2025 yang sebesar 73,25 persen. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh LU pertambangan dan penggalian serta LU pengadaan listrik.

Kemudian, untuk kondisi keuangan dunia usaha secara umum juga tetap dalam kondisi baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah.

Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih (SB) likuiditas triwulan Il 2025 yang positif, sebesar 15,21 persen, meski lebih rendah dibandingkan SB 16,92 persen pada triwulan I 2025.

Baca juga: Ekonomi Menantang, Mayoritas Bank Revisi Target Bisnis 2025

Sedangkan, untuk kondisi rentabilitas atau kemampuan perusahaan untuk mencetak laba juga terindikasi baik pada triwulan II 2025. Hal ini tecermin dari SB Indikator rentabilitas sebesar 12,42 persen, meski lebih rendah dari SB 14,48 persen pada triwulan sebelumnya.

Adapun responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan III 2025 melanjutkan peningkatan dengan SBT sebesar 11,98 persen.

Kegiatan usaha diprakirakan meningkat terutama bersumber dari perbaikan kinerja LU konstruksi sejalan dengan dimulainya beberapa proyek, baik pemerintah maupun swasta serta LU pertambangan dan penggalian sejalan dengan terjaganya permintaan. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

44 mins ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

57 mins ago

OJK: Penerapan Universal Banking Bakal Jadi Game Changer Industri Keuangan

Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More

7 hours ago

OJK Denda Influencer BVN Rp5,35 Miliar Gegara Goreng Saham

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More

8 hours ago

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

23 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

24 hours ago