News Update

Surat Utang Korporasi Sudah Tembus Rp71,44 Triliun

JakartaPT Bursa Efek Indonesia mencatat total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 60 Emisi dari 41 Emiten senilai Rp71,44 Triliun.

Mengutip keterbukaan informasi bursa, Kamis, 12 Juli 2018, jumlah tersebut bertambah setelah dicatatkannya Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap I Tahun 2018, sebesar Rp400 miliar.

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 283 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp341,67 Triliun dan USD0 juta, diterbitkan oleh 79 Emiten.

Sementata Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 89 seri dengan nilai nominal Rp2.205,24 Triliun dan USD200 juta. Dan EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp9,19 Triliun. (*)

Baca juga: Penerbitan Surat Utang Ditaksir Capai Rp158,5 Triliun di 2018

Dwitya Putra

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

7 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

12 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

13 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

13 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

13 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

13 hours ago