Gedung BEI; Total emisi obligasi di bursa. (Foto: BUdi Urtadi).
Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sepanjang tahun ini total emisi dari surat utang korporasi baik berupa Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI telah mencapai sebanyak 41 Emisi dari 34 emiten, senilai Rp53,99 triliun.
Jumlah tersebut bertambah setelah dicatatkannya obligasi berkelanjutan I Waskita Karya Tahap II Tahun 2015.
Mengutip keterbukaan BEI, Senin, 19 Oktober 2015, obligasi Berkelanjutan I Waskita Karya Tahap II ini memiliki nilai emisi hingga Rp1.5 triliun yang terdiri dari, Seri A (WSKT01ACN2) dan Seri B (WSKT01BCN2).
Untuk seri A, nilainya Rp350 miliar, dengan jangka waktu 3 Tahun. Sedangkan Seri B nilai nominalnya mencapai Rp1,15 triliun dengan jangka waktu 5 Tahun.
Hasil pemeringkatan untuk Obligasi ini adalah idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dan bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang terdapat di BEI sendiri hingga saat ini berjumlah 275 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp251,62 triliun dan USd100 juta, yang diterbitkan oleh 104 Emiten.
BEI juga mencatat Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI saat ini telah berjumlah 90 seri dengan nilai nominal Rp1.376,03 Triliun dan USD1.040 juta, serta 5 EBA senilai Rp2,40 Triliun. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More