News Update

Surat OJK Dipalsukan Untuk Tarik Tunai Sekitar Rp301,52 Miliar

Jakarta – Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dipalsukan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk penarikan uang tunai cukup besar.

Dalam surat yang diterima Infobank, Senin, 11 Juni 2018, surat tersebut isianya seolah-olah ada kesepakatan terkait pencairan dana cukup besar dalam bentuk tiga mata uang, yakni Rp10 miliar, USD8,03 juta atau sekitar Rp111,71 miliar (Rp13.902/usd jisdor 8 Juni 2018), dan EUR10,58 juta atau sekitar Rp179,81 miliar (hitungan kalkulator kurs BI Rp16.994/euro ), terkait pembayaran proyek perumahan.

Total jika dijumlahkan dalam bentuk mata uang Rupiah, nilai pencairan tersebut mencapai sekitar Rp301,52 miliar.

Adapun uang tersebut dicairkan berdasarkan kesepakatan dalam rapat bersama antara OJK, Direktorat Pajak, PPATK, Bank Indonesia, Bank Central Asia Tbk, Bank Mandiri Tbk dan Bank Negara Indonesia Tbk.

Saat dikonfirmasi, pihak Juru bicara OJK, Sekar Putih Djarot membenarkan bahwa surat yang mengatasnamakan OJK itu palsu.

Iapun meminta masyarakat untuk waspada, dan segera melaporkan jika ada hal yang mencurigakan serta mengatasnamakan OJK.

“Benar itu surat palsu. Kami OJK tidak pernah mengeluarkan surat itu. Kita pun telah melaporkan hal itu ke pihak Kepolisian,” jelas Sekar, saat dihubungi, Senin, 11 Juni 2018.

Dalam surat yang dipalsukan itu sendiri, tertulis nama perusahaan PT Archiindo Development dan nama penerima dana Danni Mufreni.

Saat ditanya apakah pembuat surat itu pihak Archiindo Development, pihak OJK belum bisa memastikan. Karena masih tergolong awal untuk disimpulkan.

“Belum bisa kita pastikan, tapi bisa diperdalam dan ditanyakan kepada pihak Kepolisian,” jelasnya.

Sementara untuk pencairan dana dalam surat itu dijelaskan berupa tunai, dan akan dimasukan kedalam rekening perusahaan dengan tiga bank yang ditetapkan yakni Bank Central Asia Tbk, Bank Mandiri Tbk dan Bank Negara Indonesia Tbk. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

11 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

11 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

11 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

11 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

11 hours ago

YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026

Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More

12 hours ago