News Update

Superkrane Mitra Utama Resmi Melantai di Bursa

Jakarta – Perusahaan penyewaan alat berat PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/OPO) dengan menjadi emiten ke 45 tahun ini.

Superkrane mencatatkan seluruh sahamnya dengan porsi kepemilikan publik sebanyak 300.000.000 atau sebesar 20 persen dari jumlah modal disetor dan ditempatkan.

Dalam debut perdananya, saham SKRN langusng melesat sebesar 50 persen ke level menjadi Rp1.050 per lembar saham dari harga penawaran perdana yang seharga Rp700 per lembar saham.

“Hal ini merupakan key milestone dalam perjalanan Superkrane untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang accountable, transparan dan bertanggungjawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis kedepan”, kata Presiden Direktur Superkrane Yafin Tandiono Tan, din gedung BEI Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Pihaknya optimis, dana yang dihimpun dari masyarakat melalui proses IPO ini akan mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis Superkrane sehingga semakin baik dimasa yang akan datang

PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), mengincar kontrak sebesar USD100 juta hingga 2021. Kontrak itu berasal dari beragam sektor, seperti migas, infrastruktur, dan pertambangan.

“Saat ini, kami sudah mengantongi kontrak USD 40 juta dari dua perusahaan migas dan pertambangan. Jumlah ini ditargetkan terus bertambah hingga tiga tahun ke depan dan menjadi motor pertumbuhan pendapatan,” tuturnya.

Sebagai informasi, tahun ini pendapatan Superkrane ditargetkan mencapai Rp600 miliar, naik 25 persen dari 2017 sebesar Rp480 miliar. Tahun depan, dia menegaskan, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20 persen menjadi Rp720 miliar dari estimasi 2018.

Hal ini didorong masih kuatnya permintaan sewa crane dari sektor migas, infrastruktur, hingga pertambangan. Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp600 miliar pada 2017 dan 2018. Seluruh dana capex dialokasikan untuk membeli crane dan alat berat lainnya.(*)

Dwitya Putra

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

9 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

10 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

11 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

12 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

12 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

13 hours ago