Poin Penting
- Sun Life Indonesia menggelar Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 di sejumlah SMA Jakarta untuk mendorong gaya hidup aktif, sehat, dan positif bagi generasi muda
- Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menegaskan kesehatan dan kemapanan finansial merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun masa depan lebih baik
- Selain edukasi kesehatan dan literasi finansial, Sun Life Indonesia mencatat total aset Rp20,09 triliun per akhir 2025 dengan RBC 505 persen, sementara RBC Sun Life Syariah sebesar 234 persen.
Jakarta – PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) berupaya terus mendampingi keluarga Indonesia untuk mencapai kemapanan finansial dan hidup yang lebih sehat.
Salah satu upayanya adalah menggelar kegiatan Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta sebagai sarana untuk mendorong gaya hidup aktif, sehat, dan positif bagi generasi muda Indonesia.
Baca juga: Premi Kesehatan Terus Melonjak, Sun Life Soroti Praktik Overtreatment
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan selama 31 tahun hadir di Indonesia, perseroan percaya bahwa hidup yang lebih sehat dan kemapanan finansial adalah dua hal yang saling berkaitan.
“Melalui Hoops + Health Youth Basketball Festival, Sun Life ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk berkembang secara aktif, sehat, dan percaya diri, sekaligus menginspirasi mereka membangun masa depan yang lebih baik,” ucap Albertus dalam keterangan resmi dikutip, 28 Mei 2026.
Selain mendorong aktivitas fisik, program ini juga menghadirkan edukasi kesehatan dan literasi finansial sebagai bagian dari pendekatan holistik Sun Life terhadap kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Sun Life dan CIMB Niaga Kenalkan Dua Produk Berdenominasi USD
Sementara, hingga per 31 Desember 2025, total aset Sun Life Indonesia tercatat sebesar Rp20,09 triliun, dengan tingkat Risk Based Capital (RBC) 505 persen
Adapun untuk RBC Sun Life Syariah Indonesia sebesar 234 persen, yang artinya memenuhi syarat minimum dari regulator. (*)
Editor: Galih Pratama


