Melihat hal itu, menurutnya, perekonomian Indonesia dapat dilihat dari pertumbuhan penggalangan dana jangka panjang yang mencapai 20 persen.
“Penggalangan dan jangka panjang di tahun kemarin itu Rp700 triliun, itu tumbuh 20 persen. Artinya bursa menyediakan modal,” ujarnya.
Baca juga: OJK Bakal Merelaksasi Aturan Investasi di Pasar Modal
Bukan hanya kekayaan masyarakat itu bertambah dari pasar modal. Tito bilang, tercatat dari seluruh jenis investasi di pasar modal, kekayan masyarakat bertambah Rp215 triliun dari saham, kupon obligasi dan lainnya.
Ditambah pasar modal juga menampung tenaga kerja hingga 1,8 juta orang. Angka tersebut belum termasuk tenaga kerja di perusahaan sekuritas. “Ini tidak kecil artinya spending masyarakat bertambah,” ujarnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More