Foto udara dampak banjir bandang yang melanda permukiman penduduk di Jalan Murai, Sibolga, Sumatra Utara, Minggu (30/11/2025). (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun ini hanya tumbuh di kisaran 5 hingga 5,1 persen. Hal ini disebabkan oleh dampak bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Sebagaimana diketahui, perkiraan angka tersebut lebih rendah dari target pemerintah di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang sebesar 5,2 persen.
“Jadi saya pikir masih bisalah 5 hingga 5,1 persen tapi nggak mungkin 6 persen,” ucap David dalam Bincang Bareng BCA, Senin, 15 Desember 2025.
Baca juga: Hitungan Ekonom BCA Kerugian Ekonomi Akibat Bencana Sumatra
David menjelaskan bencana alam yang terjadi pasti akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di wilayah terdampak. Berdasarkan riset dari tim Ekonom BCA, efek bencana alam di Sumbar bisa menurunkan 25,53 persen atau Rp3,8 triliun belanja masyarakat. Adapun Sumbar sendiri menyumbang 1,49 persen PDB nasional di kuartal III 2025.
Sementara, Sumut diperkirakan akan menurunkan 22,31 persen atau Rp11,8 triliun belanja masyarakat. Sumut berkontribusi 4,85 persen terhadap PDB nasional di kuartal III 2025.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi Khusus bagi Wilayah Terdampak Bencana
Selanjutnya, bencana tersebut juga diprediksi akan menurunkan belanja masyarakat di Aceh sebesar Rp2,8 triliun atau 23,92 persen. Diketahui, Aceh berkontribusi terhadap PDB nasional di kuartal III 2025 sebesar 1,16 persen.
“Nah kalau dengan bencana ini ya mungkin akan ada sedikit pengaruh ya, agak aneh kalau nggak pengaruh. Di Sumatera tiba-tiba tumbuh naik 6 persen gitu kan nggak mungkin, jadi pasti akan pengaruh. Tadi aja mereka kan sekitar 4 (persen) sekian, mungkin kan pengaruhnya sekitar 0,2 persen 0,3 di daerah sana,” ungkapnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Ekonom desak konsolidasi cepat OJK menyusul pengunduran diri beruntun petinggi agar roda organisasi… Read More
Poin Penting Mahendra Siregar (Ketua), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua), dan dua pejabat OJK lainnya mengundurkan… Read More
Poin Penting Mirza Adityaswara mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DK OJK tak lama setelah… Read More
Poin Penting Empat petinggi OJK mengundurkan diri dalam waktu berdekatan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dan… Read More
Generali Indonesia luncurkan GEN Prime Link, produk asuransi jiwa unit link atau PAYDI yang memiliki… Read More
Poin Penting Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari… Read More