Moneter dan Fiskal

Sumatra Dilanda Bencana, Ekonomi RI 2025 Diproyeksi Masih Tumbuh di Atas 5 Persen

Poin Penting

  • Pertumbuhan ekonomi 2025 diproyeksikan melambat di kisaran 5–5,1 persen, lebih rendah dari target APBN 2025 sebesar 5,2 persen, akibat dampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra.
  • Bencana menekan belanja masyarakat secara signifikan, terutama di Sumut (turun Rp11,8 triliun), Sumbar (Rp3,8 triliun), dan Aceh (Rp2,8 triliun)
  • Dampak bencana diperkirakan menurunkan pertumbuhan ekonomi daerah sekitar 0,2–0,3 persen, sehingga kecil kemungkinan ekonomi nasional mampu tumbuh hingga 6 persen tahun ini.

Jakarta – Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun ini hanya tumbuh di kisaran 5 hingga 5,1 persen. Hal ini disebabkan oleh dampak bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Sebagaimana diketahui, perkiraan angka tersebut lebih rendah dari target pemerintah di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang sebesar 5,2 persen.

“Jadi saya pikir masih bisalah 5 hingga 5,1 persen tapi nggak mungkin 6 persen,” ucap David dalam Bincang Bareng BCA, Senin, 15 Desember 2025.

Baca juga: Hitungan Ekonom BCA Kerugian Ekonomi Akibat Bencana Sumatra

David menjelaskan bencana alam yang terjadi pasti akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di wilayah terdampak. Berdasarkan riset dari tim Ekonom BCA, efek bencana alam di Sumbar bisa menurunkan 25,53 persen atau Rp3,8 triliun belanja masyarakat. Adapun Sumbar sendiri menyumbang 1,49 persen PDB nasional di kuartal III 2025.

Sementara, Sumut diperkirakan akan menurunkan 22,31 persen atau Rp11,8 triliun belanja masyarakat. Sumut berkontribusi 4,85 persen terhadap PDB nasional di kuartal III 2025.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi Khusus bagi Wilayah Terdampak Bencana

Selanjutnya, bencana tersebut juga diprediksi akan menurunkan belanja masyarakat di Aceh sebesar Rp2,8 triliun atau 23,92 persen. Diketahui, Aceh berkontribusi terhadap PDB nasional di kuartal III 2025 sebesar 1,16 persen.

“Nah kalau dengan bencana ini ya mungkin akan ada sedikit pengaruh ya, agak aneh kalau nggak pengaruh. Di Sumatera tiba-tiba tumbuh naik 6 persen gitu kan nggak mungkin, jadi pasti akan pengaruh. Tadi aja mereka kan sekitar 4 (persen) sekian, mungkin kan pengaruhnya sekitar 0,2 persen 0,3 di daerah sana,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

GenKBiz 2026 Makassar Ditutup, KB Bank Sukses Cetak Inovator Circular Economy

Poin Penting KB Bank menutup program inkubasi bisnis berbasis circular economy sebagai bagian dari komitmen… Read More

41 mins ago

Simak! Bocoran Dividen Bank Danamon Tahun Buku 2025

Poin Penting Bank Danamon akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham pada 31 Maret 2026 untuk… Read More

1 hour ago

Banjir Jakarta Rendam 61 RT dan 6 Ruas Jalan, Ini Lokasinya

Poin Penting Banjir Jakarta merendam 61 RT dan 6 ruas jalan hingga pukul 07.00 WIB… Read More

1 hour ago

Prabowo-Trump Teken Perjanjian Dagang, 1.819 Produk RI Bebas Bea Masuk ke AS

Poin Penting Tarif 0 persen untuk 1.819 produk Indonesia masuk AS, termasuk sawit, kopi, karet,… Read More

1 hour ago

Kadin Minta Pelaku Usaha Cermati Teknis Kesepakatan Tarif Resiprokal 19 Persen

Poin Penting Kadin menilai tarif 19 persen kompetitif, beberapa ekspor bisa turun atau bebas bea… Read More

2 hours ago

IHSG Pagi Ini Berbalik Menguat Usai Pengumuman Kesepakatan Dagang RI-AS

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,53 persen ke 8.317,66, dengan 312 saham menguat, 87 terkoreksi,… Read More

2 hours ago