Ilustrasi: Proyek batu bara BUMA. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), mengumumkan keberhasilan penerbitan perdana Sukuk Ijarah I BUMA 2025 senilai Rp2 triliun, Kamis, 20 Maret 2025.
Sukuk tersebut menjadi Sukuk Ijarah korporasi terbesar dengan peringkat Syariah A+ dalam penerbitan tunggal di Indonesia. Penerbitan ini mendapatkan respons poositif dari pasar, terbukti dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,1 kali.
Kelebihan permintaan itu mencerminkan kepercayaan investor yang kuat dan minat besar terhadap instrumen investasi berbasis syariah.
Baca juga: Ini Sederet Capaian Kinerja BUMA Sepanjang 2024
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan, keberhasilan penerbitan Sukuk Ijarah I BUMA 2025 ini menjadi tonggak sejarah baru dalam strategi diversifikasi keuangan Perseroan. Penerbitan ini menarik minat besar dari investor yang telah berinvestasi sebelumnya, termasuk pemegang Obligasi Rupiah BUMA.
“Partisipasi yang kuat ini tidak hanya menegaskan kembali pengakuan pasar terhadap instrumen keuangan BUMA sebagai pilihan investasi yang sangat menarik, namun juga mencerminkan komitmen kami dalam membina kemitraan jangka panjang dengan para investor kami. Kami senang melihat kepercayaan yang berkelanjutan terhadap kekuatan finansial dan arah strategis kami,” ujar Iwan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2025.
Direktur BUMA, Silfanny Bahar menjelaskan, dana yang diperoleh dari penerbitan Sukuk ini akan dialokasikan untuk mendukung operasional BUMA di Indonesia.
“Sebanyak 50 persen akan digunakan untuk belanja modal, sedangkan 50 persen sisanya untuk mendukung modal kerja. Alokasi ini sejalan dengan komitmen BUMA untuk menjaga efisiensi operasional dan ketahanan keuangan seiring dengan pertumbuhan dan eksplorasi peluang-peluang baru di sektor pertambangan,” ujar Silfanny dalam kesempatan yang sama.
Baca juga: BUMA Raih Perpanjangan Kontrak Rp107,8 Triliun dari Bayan Group
Sebagai informasi, Sukuk Ijarah I BUMA 2025 diterbitkan dalam tiga seri, antara lain:
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410. Sentimen negatif… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More