News Update

Suku Bunga Kredit Diprediksi Masih Bisa Turun 20-40 bps

Jakarta–Suku bunga kredit di industri perbankan diprediksi masih memiliki ruang untuk turun kembali dari yang ada saat ini sebesar 11,77 persen per Juni 2017. Pasalnya, transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) terhadap suku bunga kredit masih berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Chief Economist Bank Mandiri, Anton Gunawan di Jakarta, Selasa, 8 Agustus 2017. Menurutnya, suku bunga kredit masih dapat diturunkan kembali dengan range penurunannya di kisaran 20 basis points (bps) hingga 40 bps.

“Tentang suku bunga kredit kalau kita perhatikan transmisi suku bunga acuan BI terhadap kredit itu belum selesai. Tetapi asumsinya sampai dengan saat ini BI belum menurunkan suku bunga acuannya lagi,” ujarnya.

Sementara berdasarkan data BI, suku bunga kredit terus menurun sejalan dengan penurunan suku bunga simpanan berjangka. Pada Juni 2017, rata-rata suku bunga kredit tercatat 11,77 persen, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 11,83 persen.

Sedangkan untuk Bank Mandiri sendiri, per Juni 2017 suku bunga dasar kredit untuk kredit korporasi tercatat mencapai 9,95 persen, lalu kredit ritel 9,95 persen dan kredit mikro sebesar 18,75 persen.

Sebelumnya, Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengaku, masih lambatnya respon perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya lantaran rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara industri masih berada di level yang cukup tinggi. Sehingga bank lebih fokus pada pencadangan NPL. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

1 hour ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

2 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

3 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

3 hours ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

3 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

4 hours ago