Dengan demikian, kata dia, kondisi secara umum di lingkup global masih sejalan dengan proyeksi sebulan sebelumnya. “Tetapi, di AS ini tantangannya adalah Fed Fund Rate yang akan tetap naik di 2017 sekali dan tahun depan tiga kali,” tegasnya.
Sehingga, kondisi di AS tersebut yang paling menjadi perhatian adalah terkait sikap The Fed yang memiliki neraca besar akan mengurangkan besaran neracanya dalam upaya menjaga stabilitas keuangan dunia. “Yang dikaji (The Fed), kebijakan fiskal di AS kelihatannya agak mundur,” paparnya.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tetap di Rentang 5-,0-5,4%
Agus Marto menilai, kemunduran kebijakan fiskal di AS tersebut akan berdampak negatif terhadap laju pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam. “Karena sebelumnya ada optimisme kebijakan fiskal akam cepat dan membantu pertumbuhan. Tetapi sekarang, kebijakan fiskal itu juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di AS,” paparnya.
Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia juga tetap berada dalam tren pemulihan ke arah yang lebih positif. “Inflasi terjaga, dan inflasi itu ada pada kondisi rendah dalam banyak hal permintaan rendah. Inflasi (rendah) ini juga dipengaruhi oleh harga pangan yang terjaga,” tutupnya. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Asia Pasifik menyumbang 27 persen dari total insiden siber global pada 2025 dengan… Read More
Poin Penting Bank Jateng percepat ekspansi Kredit Kendaraan Bermotor dengan target 100.000 unit tahun ini.… Read More
Poin Penting RedDoorz membidik kenaikan pendapatan 20 persen menjelang Lebaran 2026. Kota seperti Garut, Tasikmalaya,… Read More
Poin Penting Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS naik pada Jumat, 27 Februari 2026, dibandingkan… Read More
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More