Ilustrasi: Citibank proyeksikan suku bunga The Fed bakal naik di November 2023/istimewa
Jakarta – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Desember mendatang tidak akan menaikan kembali suku bunga acuannya. Mengingat, BI telah menaikan suku bunga acuannya pada RDG bulan ini.
“BI lebih baik hold dulu suku bunganya menunggu rapat Fed selesai tanggal 19 Desember. Kalau perlu RDG BI diundur beberapa hari. Daripada naikan bunga acuan yang mubazir,” kata Bhima ketika dihubungi Infobank, Senin 19 November 2018.
Dirinya menilai, beberapa pelaku pasar saat ini mulai meragukan kenaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember 2018. Oleh karena itu, BI harus mengantisipasi apapun keputusan The Fed tersebut.
“Market hanya menebak 70% fed akan naikan bunga di desember. Turun dari seminggu lalu di 77%,” tambah Bhima.
Walau begitu, Bhima terus mengimbau bank sentral agar tetap berada di pasar guna terus menjaga stabilitas dan fundamental ekonomi nasional.
Tercatat, hingga sepanjang 2018 BI telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 175 bps pada bulan Mei Juni, Agustus dan terakhir pada November sehingga kini berada di level 6,00%. (*)
Poin Penting Hingga 15 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, DJP mencatat 8.125.023 SPT Tahunan PPh… Read More
Point Penting Pendapatan 2025 capai Rp7,87 triliun, sementara kerugian berhasil ditekan 15 persen dibandingkan tahun… Read More
Poin Penting PT Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas… Read More
Poin Penting Konflik antara AS–Israel dan Iran berpotensi mengganggu rantai pasok global dan perdagangan internasional.… Read More
Poin Penting OJK menjatuhkan total denda Rp5,62 miliar kepada PT Bliss Properti Indonesia Tbk dan… Read More
Poin Penting Bank Danamon menyiapkan layanan operasional terbatas selama libur Nyepi–Idulfitri 18–24 Maret 2026. Sebanyak… Read More