BI: Bila Tidak Intervensi Pasar, Rupiah Bisa Terdepresiasi 15%
Jakarta – Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira memprediksikan Bank Indonesia (BI) akan tetap menahan suku bunga BI 7days repo rate di 4,25 persen.
Dirinya menilai, faktor yang menjadi pertimbangan BI untuk menahan suku bunganya ialah masih stabilnya kondisi keuangan nasional dan juga masih terjaganya laju inflasi.
“Inflasi bulan Januari diperkirakan relatif tinggi dikisaran 0,6 persen secara bulanan. Kenaikan harga pangan khususnya beras membuat proyeksi inflasi tahun 2018 bisa diatas target pemerintah 3,5 persen,” jelas Bhima kepada Infobank di Jakarta Kamis 18 Januari 2018.
Tak hanya itu, faktor penurunan suku bunga kredit perbankan yang cenderung lambat meskipun dalam 1 tahun terakhir BI memangkas bunga acuan sebesar 200 basis poin (bps) juga menjadi alasan BI menahan suku bunga 7 days reponya
“Melihat perkembangan tersebut nampaknya BI akan menggunakan instrumen selain turunkan bunga acuan,” tambah Bhima.
Dan faktor ketiga, Bhima menambahkan, tekanan eksternal yang masih cukup besar khususnya penyesuaian Fed rate dan juga instabilitas geopolitik di timur tengah dan tren harga minyak yang bisa menembus 80 dolar per barel juga berpengaruh pada keputusan BI.
Disisi lain, masalah lambatnya penurunan bunga kredit disebabkan oleh faktor yang sifatnya struktural. Dirinya menilai, akar permasalahan tersebut akibat persaingan bank di Indonesia tidak sehat.
“Ada 117 bank yang saling berebut dana, ketika bunga deposito turun tapi bank lainnya bertahan dikhawatirkan akan ada perpindahan simpanan ke bank yang menawarkan bunga lebih tinggi. Kemudian beban operasional bank cukup tinggi dengan rasio BOPO dikisaran 80 persen. Untuk tekan bunga kredit otomatis bank harus lebih efisien,” jelas Bhima.
Sehingga dari beberapa faktor tersebut diprediksi sepanjang 2018 outlook kebijakan moneter BI akan lebih pro stabilitas dibandingkan dorong pertumbuhan kredit bank. (*)
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More