Citibank Indonesia Optimis Jaga Likuiditas dibawah 90%
Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Menanggapi hal tersebut, Citi Indonesia (Citibank) mengaku menyiapkan strategi untuk menaikan suku bunga miliknya.
Hal tersebut disampaikan oleh CEO Citi Indonesia Batara Sianturi setelah membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dirinya mengaku dalam waktu dekat akan menaikkan suku bunga depositonya.
“Saya rasa harus (menaikan suku bunga) tapi waktunya kapan kita akan koordinasi dengan divisi consumer banking dan juga melihat situasi pasar. Karena baru di lakukan Jumat pasti akan ada impact di suku bunga deposito,” kata Batara di Mainhall BEI Jakarta, Senin 2 Juli 2018.
Baca juga: BI Bantah Kenaikan Suku Bunga Sebagai Bentuk Kepanikan
Pihaknya mengaku akan menaikan suku bunga deposito nya karena perubahan pasar global yang cepat dan dinamis. Pihaknya juga mengapresiasi langkah strategis Bank Sentral untuk dapat mengantisipasi merosotnya nilai tukar rupiah.
“Nantinya kalau akan naik kita akan naikkan deposito dulu. Kalaupun naik tergantung daripada portofolio dan kondisi masing-masing. Dan deposito sebentar lagi kita naikan karena BI terus berubah,” jelas Batara.
Sebagai informasi juga, selama tiga kali berturut-turut BI telah menetapkan kenaikan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate. Kenaikan tersebut dilakukan pada pada pertengahan Mei dan akhir Mei hingga kenaikan pada bulan Juni dimana menjadi 5,25 persen.(*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More