Categories: Analisis

Suksesi Dirut Mandiri: Ini Kandidat Pengganti BGS

Angin politik berembus kencang menjelang suksesi dirut Bank Mandiri. Jabatan Budi Gunadi Sadikin habis pada Maret 2016, tapi sudah ada delapan nama kandidat kuat yang meramaikan bursa Mandiri-1. Siapa akan terpilih? Karnoto Mohamad

BANK Mandiri telah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 Desember 2015. Wimboh Santoso diangkat sebagai komisaris utama menggantikan Darmin Nasution yang menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Agustus lalu. Anggota dewan komisaris dari sembilan ditetapkan menjadi delapan orang setelah ada satu komisaris, yaitu Cahaya Dwi Rembulan Sinaga, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang tak lulus fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di badan usaha milik negara (BUMN), sudah biasa tiba-tiba muncul embusan angin politik menjelang pergantian kepemimpinan, terlebih di bank terbesar seperti Bank Mandiri. Dua minggu sebelum RUPSLB digelar, sempat terdengar embusan kabar adanya agenda “titipan” di RUPSLB. Pasalnya, Budi Gunadi Sadikin (BGS), yang jabatannya sebagai direktur utama (dirut) habis pada Maret 2016, akan dipercepat melalui RUPSLB tersebut. Isu tersebut seperti adu cepat dengan wacana reshuffle kabinet jilid dua, yang kabarnya Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN disebut-sebut sebagai salah satu menteri yang akan diganti.

Kendati “hidden agenda” itu hanya rumor belaka, pertarungan memperebutkan kursi Mandiri-1 sudah memanas. Menurut sumber Infobank di Kementerian BUMN dan internal Bank Mandiri, ada delapan nama bankir yang menjadi kandidat pengganti BGS di Bank Mandiri. Lima orang masih aktif sebagai chief executive officer (CEO) di perusahaan lain dan tujuh orang adalah anggota dewan direksi Bank Mandiri. Sebagai salah satu perusahaan BUMN strategis, pemilihan CEO di perusahaan sekelas Bank Mandiri ditentukan sampai ke Presiden. Tiga kandidat lain ialah bankir yang menjadi anggota dewan direksi Bank Mandiri bersama BGS.

Baca ulasan lengkapnya di Majalah Infobank Edisi Januari 2016.

Paulus Yoga

Recent Posts

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

24 mins ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

57 mins ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

2 hours ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

2 hours ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

2 hours ago