Keuangan

Sukses Terapkan PSAK 117, Asuransi Bintang Tetap Jaga Ekuitas

Jakarta – PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), sebagai emiten di sektor keuangan menyatakan telah melaksanakan transisi dan penerapan standar akuntansi keuangan PSAK 117 yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 1 Januari 2025.

Sekretaris Perusahaan ASBI, Nurman Rivai, menuturkan, transisi kontrak asuransi PSAK 117 berjalan dengan baik dan hanya berdampak minimal pada kondisi keuangan perusahaan. Hal ini tecermin dari ekuitas perseroan yang tercatat sebesar Rp408,2 miliar per 31 Desember 2024.

“Ekuitas Rp408,2 miliar yang ada dapat tercapai dikarenakan dampak penurunan ekuitas yang terjadi dari proses transisi PSAK 104 ke PSAK 117 hanya sebesar Rp5,3 miliar saja unaudited,” ujar Nurman dalam keterangan resmi dikutip, 28 Februari 2025.

Baca juga: Asuransi Bintang Siap Implementasikan PSAK 117 Mulai 1 Januari 2025

Besaran ekuitas ASBI tersebut masih jauh di atas ketentuan ekuitas minimum yang ditetapkan dalam Peraturan OJK (POJK) 23/2023, yang akan berlaku pada tahun 2026 dengan batas minimal Rp250 miliar.

Strategi Penguatan Ekuitas dan Portofolio

Nurman menjelaskan, keberhasilan ini merupakan hasil dari langkah-langkah strategis yang telah diterapkan selama proses parallel-run sepanjang 2024.

Langkah tersebut memungkinkan perusahaan untuk secara signifikan menekan dampak ekuitas dari portofolio kontrak asuransi yang merugi.

“Melalui langkah-langkah Portfolio Cleansing and Runs Off selama 2023-2024 dan juga penerapan awal KPI Contractual Service Margin secara progresif di tahun 2024, perusahaan telah berhasil menekan dampak negatif pada ekuitas dari proses Transisi ke PSAK 117,” imbuhnya.

Baca juga: Manfaatkan Teknologi, Asuransi Bintang Galang Donasi

Adapun dalam rangka penerapan penuh PSAK 117 per 1 Januari 2025, ASBI telah mengimplementasikan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Proses Perencanaan Bisnis Sesuai PSAK 117 dengan optimalisasi produk, jalur distribusi, dan biaya akuisisi atau pemasaran.
  • Penerapan KPI baru berdasar target individual bulanan besaran Contractual Service, Margin dan Expected Maintenance Provision, untuk seluruh pegawai dengan pelaporan harian otomatis.
  • Pelaporan harian pencapaian dan profitability harian otomatis untuk mendorong kepada pencapaian Contractual Service Margin yang lebih tinggi.

Prospek Positif di 2025

Nurman menambahkan, dengan dampak ekuitas yang minim dan portofolio kontrak asuransi yang telah terbebas dari kontrak-kontrak merugi, ASBI optimistis dapat menjalankan bisnisnya pada 2025 tanpa beban amortisasi kerugian dari kontrak sebelumnya.

“Dengan dampak ekuitas yang minim dan portofolio kontrak asuransi yang relatif terbebas dari kontrak-kontrak merugi maka perusahaan dapat menjalankan proses bisnis di 2025
dengan relatif baik tanpa adanya beban amortisasi kerugian dari kontrak merugi,” ujar Nurman. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kopra by Mandiri Permudah Pengelolaan DHE SDA, Kini Bisa Dipantau Real-Time

Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur DHE Tracker di Kopra by Mandiri untuk membantu eksportir… Read More

14 mins ago

Pelaporan SPT 2025 Tembus 6 Juta, Ini Rincian Data dari DJP

Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan 2025 mencapai 6.002.570 hingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB.… Read More

1 hour ago

Ini Kata Pemerintah soal Stok Pangan, BBM, dan LPG Jelang Lebaran

Poin Penting Pemerintah menjamin stok jelang Lebaran untuk pangan, BBM, dan LPG dalam kondisi aman… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710,53 pada perdagangan 5 Maret 2026. Mayoritas… Read More

3 hours ago

Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Terdekat untuk THR Lebaran 2026

Poin Penting Pencarian ATM pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu terdekat meningkat jelang Lebaran 2026… Read More

3 hours ago

KNEKS: Spin-Off Terlalu Cepat Berpotensi Melahirkan Bank Syariah Kecil

Poin Penting KNEKS menilai spin-off UUS yang terlalu cepat berpotensi melahirkan bank syariah kecil dengan… Read More

3 hours ago