News Update

Sukses Rights Issue, Bank Jago Siap Layani Ekosistem Digital

Jakarta – PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) umumkan proses rights issue senilai Rp1,3 triliun telah selesai pada April 2020. Pemegang saham pengendali, PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology Limited (WTT), telah melaksanakan haknya, sehingga porsi kepemilikan masing-masing tetap sama yakni 37,65% dan 13,35%.

Keduanya menjadi pengendali dengan total kepemilikan 51%, sementara pemegang saham publik tercatat sebesar 49%.

“Pemegang saham pengendali memiliki komitmen mengembangkan Bank Jago menjadi bank berbasis teknologi yang akan melayani segmen menengah dan mass market, dengan berkolaborasi bersama seluruh pelaku ekosistem digital. Didukung manajemen yang kuat dan berpengalaman, kami optimistis dapat berpartisipasi aktif dalam menumbuhkan ekonomi digital dan ikut mewarnai industri perbankan nasional,” kata Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar.

Dengan tambahan modal hasil rights issue, Bank Jago naik peringkat ke Bank BUKU II dengan ekuitas Rp1,3 triliun dan aset senilai Rp1,8 triliun per April 2020. Per posisi Maret 2020 rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 116%, loan to deposit ratio (LDR) sebesar 58% dan non performing loan (NPL) 2,09%.

“Saat ini kami tengah merampungkan bisnis model dan menyempurnakan aplikasi yang akan kami luncurkan sebelum kuartal IV-2020. Seiring berjalannya bisnis model Bank Jago, indikator kinerja perseroan saat ini tentunya nanti akan ikut berubah,” kata Kharim.

Kharim menjelaskan, keputusan manajemen mendesain Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi didasari pada kajian mendalam terkait pergeseran tren layanan keuangan digital dan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari hari.

“Disrupsi digital yang melanda hampir semua sektor ekonomi, termasuk sektor jasa keuangan, telah mengubah lanskap industri perbankan. Maka itu, kemampuan bank dalam beradaptasi dan memahami kebutuhan nasabah menjadi faktor kunci,” katanya.

Cara pandang masyarakat terhadap layanan dan produk jasa keuangan juga berubah secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Puncaknya, ketika wabah COVID 19 melanda dunia, termasuk negeri ini.

Pembatasan interaksi sosial dan jarak, untuk memutus rantai penyebaran virus, telah memaksa masyarakat untuk beradaptasi menggunakan teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan sehari hari.
Kondisi luar biasa ini membuat layanan keuangan digital bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendasar.

“Bagi kami, penerapan teknologi digital itu adalah sesuatu yang sangat penting, keniscayaan yang tak terhindarkan lagi. Tapi, ada yang jauh lebih penting dari itu. Yakni, memastikan penerapan teknologi digital dapat mendatangkan kebaikan dan memberikan manfaat yang sebesar besarnya untuk kita semua,” kata Kharim.

Dalam melayani ekosistem digital, Bank Jago akan berkolaborasi dengan semua platform. Mulai dari platform e-commerce, aplikasi penyedia jasa transportasi, industri travel, online shop, hiburan hingga pembayaran digital dan fintech lending. Selain itu, manajemen juga akan menyalurkan pembiayaan berbasis partnership dengan menyasar ekosistem fintech dan supply chain.

“Segmen yang kami sasar itu menengah dan mass market, yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM. Kami tentu memiliki aspirasi untuk ikut mempercepat digitalisasi UMKM sehingga memiliki daya saing lebih baik lagi,” kata Kharim. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

28 mins ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

1 hour ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

2 hours ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

3 hours ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

3 hours ago