Jakarta – Achmad Kusna Permana, alumnus Fakultas Pertanian Universitas IPB tahun 1989, sudah memiliki pengalaman panjang di dunia perbankan. Figur pemimpin yang satu ini dikenal sebagai salah satu sosok yang berkontribusi terhadap perbaikan Bank Muamalat Indonesia.
Untuk itu, ia telah menunjukkan kualitasnya, bukan hanya sebagai bankir domestik, namun juga di skala global
Achmad Permana memulai karirnya di Bank Bali Indonesia sebagai Chief General Manager pada tahun 1991. Sekitar 9 tahun kemudian, ia diangkat menjadi Senior Vice President untuk Consumer Banking Group di HSBC dari tahun 2000 sampai 2006
Pada 2006, ia didelegasikan untuk berkarya di HSBC Salinas-Monterey California. Lalu, kembali lagi ke Indonesia pada April 2006, dan menjabat sebagai Head of Amanah Retail Banking HSBC sampai dengan Juli 2006
Usai dari HSBC, ia melanjutkan karirnya sebagai Executive Vice President, Head of Syariah Banking di Bank Danamon Indonesia dan Permata Bank, sebelum akhirnya berlabuh di Bank Muamalat Indonesia sebagai Direktur Utama di tahun 201
Di bawah kepemimpinannya, Bank Muamalat Indonesia berhasil menumbuhkan aset sebesar 35,09% yoy pada kuartal tiga 2021 ini. Bank Muamalat juga berhasil meningkatkan ekuitasnya sebesar 0,51% menjadi Rp3,98 triliun hingga September 2021
Layaklah bila bankir kelahiran 1965 ini menerima predikat Banker of The Year 2021 dari Majalah Infobank. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya dukungan dari semua pihak, Bank Muamalat pun akhirnya bisa mendapatkan investor baru terbaik
“Investor baru terbaik, yaitu Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) sebagai sebuah partner yang sangat pas, yang sangat sesuai dengan visi dan misi Bank Muamalat. Yang kedua, tentunya ini juga memberikan motivasi, pengakuan dari industri khususnya Infobank, yang mengetahui kondisi Muamalat saat itu dan saat ini,” ujar Achmad, saat menerima penghargaan, Selasa, 14 Desember 2021. (*) Steven Widjaja
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More