Jakarta – Sosoknya di institusi Bank Ganesha telah melahirkan transformasi digital yang berkualitas. Lisawati, bankir kelahiran tahun 1954 ini telah menduduki posisi Presiden Direktur PT Bank Ganesha sejak Juni 2018.
Lisawati memang telah kawakan di dunia perbankan. Lulusan Sarjana Ekonomi, serta Magister Manajemen Bidang Keuangan dan Master of Business Administration dari salah satu universitas di Surabaya ini sudah memulai karirnya di dunia perbankan sejak tahun 1973 sebagai Staf Bagian Kredit di PT Bank Sumber Ekonomi Asia.
Dari Bank Sumber Ekonomi Asia, ia melanjutkan karirnya di PT Bank Swadesi, dengan berbagai posisi vital pernah ia tempati. Mulai dari Direktur Operasional hingga Direktur Utama. Sebelum berlabuh di Bank Ganesha, ia pun telah berlabuh di Bank Jasa Jakarta dengan posisi terakhir sebagai Wakil Presiden Direktur.
Bank Ganesha di bawah komandonya, telah melakukan transformasi digital sejak 2018 dengan meluncurkan aplikasi Bangga. Aplikasi Bangga pun akan terus dikembangkan demi memberikan kemudahan kepada nasabah dalam melakukan aktivitas keuangan maupun non-keuangan.
Di samping itu, pihaknya juga aktif menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan digitalisasi yang ada. Seperti misalnya bekerja sama dengan fintech untuk menyalurkan kredit mikro lebih luas lagi. Akulaku dan Amartha adalah dua contoh perusahaan fintech yang telah digandeng untuk berkolaborasi.
Bank Ganesha yang tengah menyiapkan teknologi QRIS, Cardless Withdrawal, dan Online Onboarding ini juga berkomitmen untuk meningkatkan modal inti hingga Rp3 triliun pada tahun depan dari Rp2 triliun di tahun ini.
Dengan begitu, layaklah bila Lisawati diganjar predikat Banker of The Year 2021 oleh Majalah Infobank, pada Selasa, 14 Desember 2021. Ia menyampaikan bahwa raihan predikat Banker of The Year 2021 ini semakin memotivasi dirinya untuk berkontribusi lebih baik lagi di masa mendatang.
“Dan kami juga ingin tim Bank Ganesha dapat termotivasi dengan anugerah ini supaya dapat mencapai kinerja lebih baik di masa mendatang,” imbuhnya, saat menerima penghargaan. (*) Steven Widjaja
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More