Ekonomi dan Bisnis

Sukses Ekspor ke Tiongkok, UMKM Binaan BCA Ini Kembali Bidik Pasar Timur Tengah

Jakarta – Setelah sukses melakukan ekspor langsung ke Tiongkok pada akhir 2023 lalu, Wastraloka, salah satu UMKM binaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), membidik ekspansi ke negara-negara Timur Tengah. UMKM asal Klaten ini memasarkan ragam produk dekorasi rumah dan hadiah, dengan nuansa budaya Indonesia.

Eni Anjayani, Owner Wastraloka mengatakan, akhir tahun lalu Wastraloka sudah melakukan ekspor langsung pernak pernik hiasan rumah dan gift ke Tiongkok. Nilainya mencapai Rp110 juta, dan pada Maret ini, ada repeat order dari Tiongkok. Keberhasilan ini membuat Wastraloka semakin percaya diri untuk menjajaki pasar negara lain.

“Ekspor ke Tiongkok, sekarang sudah repeat order. Selain itu kami juga kebetulan sudah bekerja sama dengan buyer di Jepang. Targetnya September tahun ini kami bisa bertemu dengan buyer-nya. Kami sekalian menunggu pemerintah ada event di sana,” cerita Eni dalam talkshow Bakti BCA untuk UMKM Go Export di BCA Expoversary 2024 di ICE BSD, Tangerang, Jum’at, 1 Maret 2024.

Baca juga: Incar Pertumbuhan Double Digit, Segini Target New Booking KPR BCA

Sembari melakukan penjajakan ekspansi ekspor ke negara lain, Eny mengatakan, saat ini Wastraloka juga terus memperbaiki tata kelola perusahaan, terutama dari sisi manajemen. Ini menjadi penting mengingat pasar ekspor mempunyai requirement yang lumayan rumit. Setiap negara kebijakannya pun berbeda-beda.

“Sesuai goal kami, divisi ekspor dan lokal terpisah. Jadi kita berkompetisi juga secara internal. Saat ini kami sedang menjajaki ekspor ke Timur Tengah. Eropa juga sudah kita jajaki. Untuk Timur Tengah, pasarnya lebih menjanjikan, dan ekonominya juga lebih stabil. Kami tetap membawa nama Wastraloka di produk-produk yang diekspor,” tambah Eni.

Eni bercerita, sebelum mengikuti program BCA, Warsaloka, pernah mengikuti sejumlah program serupa. Namun memang belum sampai berhasil melakukan ekspor secara langsung. Maka ketika ada tawaran dari BCA, Eni mempersiapkan Warsaloka dengan lebih serius.
BCA sendiri tahun menargetkan sekitar 60 UMKM dan desa binaan untuk bisa menggarap pasar ekspor melalui program UMKM Go Export. Eropa dan Asia menjadi negara tujuan ekspor produk UMKM Indonesia.

“Untuk Go Export, masih tetap seperti tahun lalu, ada 60 UMKM. Terdiri dari food and beverage, fashion, serta art and craft,” ujar Freddy Iman, EVP Commercial and SME BCA.

Baca juga: Nasabah Muda BCA Makin Tertarik Investasi, Ini Faktor Pendorongnya

Sejauh ini, lanjut Freddy, pelaku UMKM Indonesia sejatinya bisa didorong untuk belajar demi memenuhi persyaratan UMKM Go Export. Jika mampu memenuhi berbagai persyaratan tersebut, sebenarnya peluang untuk ekspansi ke luar negeri sangat besar.

Sementara Hera F Haryn, EVP Corcom & Social Responsibility BCA mengatakan, melalui program Bakti BCA, perseroan mempunyai komitmen untuk membantu pelaku UMKM, termasuk untuk go global atau ekspansi ke luar negeri.

“Melalui Bakti BCA, kita juga mendorong pelaku UMKM naik kelas. Termasuk juga dari aspek ESG. Kita tidak hanay bicara profit melulu, tapi juga planet dan people. Sekarang kita juga mempunyai 26 desa binaan,” tambah Hera. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

38 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

5 hours ago