Perbankan dan Keuangan

Sucor AM Gandeng Bank Danamon Distribusi Produk Reksa Dana

Jakarta – PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) pada hari ini (30/1) secara resmi melakukan kerja sama distribusi produk investasi reksa dana.

CEO Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana, mengatakan bahwa kerja sama dengan Bank Danamon tersebut didasari oleh adanya potensi industri pertumbuhan reksa dana di 2024.

“Kerja sama dengan Danamon ini kami lakukan untuk memberikan pilihan produk reksa dana yang lebih bervariasi sesuai dengan kebutuhan investor serta kemudahan untuk mendapatkan produk tersebut,” ucap Jemmy dalam Konferensi Pers di Jakarta, 30 Januari 2024.

Baca juga: MAMI Luncurkan Reksa Dana Berbasis ESG, Ini Keunggulannya

Di kesempatan yang sama, Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon, Ivan Jaya menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi Danamon untuk memperluas pilihan investasi yang dapat membantu para nasabah yang memegang kendali atas kebutuhan dan tujuan finansial mereka.

“Kami berharap nasabah Danamon bisa mendapatkan pilihan yang semakin variatif dalam berinvestasi guna mendiversifikasi portofolionya, serta siap menghadapi situasi pasar yang dinamis sehingga dapat mewujudkan setiap peluang positif dalam berinvestasi,” ujar Ivan.

Baca juga: Maybank Asset Management Luncurkan Reksa Dana Infobank15 Index Fund

Adapun kerja sama yang dilangsungkan hari ini, menjadi lanjutan kerja sama yang telah ditandatangani pada 13 Desember 2023 sekaligus peluncuran empat produk Reksa Dana Sucorinvest yang akan ditawarkan di Bank Danamon.

Ke empat produk tersebut di antaranya adalah Sucorinvest Money Market Fund (SMMF), Sucorinvest Monthly Income Fund (SMIF), Sucorinvest Premium Fund (SPF), dan Sucorinvest Equity Fund (SEF). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

4 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

4 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

4 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

4 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

4 hours ago