Sucor AM Bidik AUM Rp30 Triliun di 2025

Jakarta – PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) menargetkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp30 triliun di 2025. Target ini naik dari realisasi tahun sebelumnya yang tercatat Rp23 triliun.

Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Direktur Sucor AM, Jemmy Paul Wawointana kepada media usai peluncuran kerja sama Sucor AM dengan SMBC Indonesia di Jakarta, 22 Januari 2025.

“Tahun ini sih kita targetnya kan tutup tahun (2024) Rp23 triliun. Kita target Rp30 triliun (2025) sih sebenernya,” ucap Jemmy.

Baca juga: Sucor AM Gandeng SMBC Indonesia Rilis 4 Produk Reksa Dana

Jemmy menjelaskan, di awal 2025 ini Sucor AM telah mengantongi AUM sebanyak Rp25 triliun didukung oleh pertumbuhan produk di pasar uang, obligasi, dan campuran yang mengalami kenaikan karena imbal hasil yang menarik setelah suku bunga mulai mengalami penurunan.

“Terutama mungkin tahun Januari ini bisa dilihat juga bahwa pertumbuhan di pasar uang dan obligasi dan campuran kita udah lumayan naik setelah mungkin dua tahun berturut-turut kita turun ya. Jadi ini juga salah satunya karena return yang menarik setelah suku bunga mulai,” imbuhnya.

Sementara, dari sisi target investor, Sucor AM membidik 1 juta investor aktif di 2025,. Diketahui, untuk saat ini investor aktif Sucor AM tercatat sebanyak 670 ribu investor.

“Kita pernah sampai 1 juta SID ya. Kalau number of account 1,6 juta pernah. Sekarang tinggal 670 ribu, kita paling nggak coba tembus lagi ke 1 juta ya,” ujar Jemmy.

Baca juga: Gelar Investment Forum 2025, Bank Mandiri Bidik Dana Kelolaan USD18,65 Triliun

Untuk mencapai target tersebut, Sucor AM telah menyiapkan strategi, salah satunya melalui kerja sama dengan SMBC Indonesia.

“Karena kita lihat ada potensi cukup besar di aplikasi Jenius yang saat ini kan cuma dikenal sebagai aplikasi perbankan ya dan mereka punya cita-cita untuk masuk ke investasi juga. Di mana kita mencoba untuk membantu Jenius untuk menjadi salah satu aplikasi investasi yang dituju oleh investor,” tambahnya, (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

7 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

7 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

8 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

8 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

8 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

10 hours ago