Perbankan

Studi CGS Paparkan Bank Pilihan Kaum Gen Z, BCA Paling Dominan

Poin Penting

  • Survei CGS International menunjukkan 70 persen Gen Z lebih memilih aplikasi mobile banking konvensional dibanding bank digital karena faktor kepercayaan terhadap brand besar.
  • Sebanyak 69 persen responden menempatkan BCA sebagai bank pilihan utama berkat kombinasi brand trust, pengalaman nasabah yang baik, dan inovasi digital yang praktis.
  • Gen Z menilai kemudahan dan fitur seperti QRIS serta pencatat pengeluaran lebih penting dibanding tingkat bunga simpanan tinggi.

Jakarta – Generasi Z (Gen Z) kini menjadi segmen penting bagi industri perbankan Indonesia. Dengan populasi yang mencapai sekitar 23 persen dari total penduduk Indonesia (data Badan Pusat Statistik/BPS per Mei 2025), kelompok usia muda ini menjadi penentu arah masa depan industri keuangan nasional.

Berangkat dari fenomena tersebut, pada dua minggu terakhir September 2025, CGS International melakukan survei terhadap 100 individu Gen Z untuk memahami preferensi dan faktor-faktor yang memengaruhi mereka dalam memilih bank. Survei dilakukan dengan metode hybrid, menggabungkan distribusi daring dan wawancara mendalam.

Kuesioner disebarkan melalui media sosial, dengan responden yang dipilih berdasarkan usia agar hanya mencakup kelompok Gen Z. Sebagian besar peserta survei berasal dari kota Jakarta dan Surabaya.

Ada sebanyak 58 pertanyaan dalam kuesioner tersebut yang mencakup topik seputar preferensi perbankan, tingkat kepercayaan terhadap lembaga keuangan, dan harapan terhadap layanan bank. Hasilnya, survei menunjukkan 70 persen Gen Z lebih memilih aplikasi mobile banking konvensional dibandingkan bank digital untuk bertransaksi.

Baca juga: Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Jadi Penopang Penguatan IHSG dalam Sepekan

Salah satu faktor utama pendorong Gen Z memiliki preferensi tersebut adalah, karena mereka percaya terhadap brand besar. Gen Z juga menilai fitur dan UX aplikasi bank konvensional meningkat signifikan sejak pandemi Covid-19.

Untuk memperdalam hasil, CGS International mengadakan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan 32 responden secara langsung maupun virtual, guna menggali lebih dalam motivasi di balik pilihan mereka.

Dalam FGD tersebut, para responden menggarisbawahi aspek user experience yang mudah dan praktis sebagai faktor yang penting. Secara spesifik, mereka menyebut beberapa fitur yang relevan, seperti pembayaran QRIS serta pencatat pengeluaran. Sementara itu, tingkat bunga simpanan yang tinggi tidak menjadi prioritas bagi Gen Z.

Dari segi kesukaan, sebanyak 69 persen peserta survei memilih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai bank favorit. Beberapa nama bank digital juga masuk daftar lima besar bank pilihan utama Gen Z.

Menurut Trioksa Siahaan, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Gen Z senang dengan layanan perbankan yang menawarkan fleksibilitas. Penawaran ini salah satunya dimiliki BCA.

Melalui layanan digital dari BCA, kata Trioksa, Gen Z merasa dimudahkan melakukan aktivitas finansial. Apalagi, BCA juga merupakan bank besar yang memberikan kenyamanan dan kepercayaan bagi Gen Z.

“Penting ya, (bagi BCA) brand trust harus terus dijaga karena dengan pengalaman yang baik dengan bank tersebut dan didukung dengan branding yang baik, dapat memperluas jaringan nasabah,” jelasnya.

Dia melanjutkan, BCA menjadi pilihan Gen Z bukan semata karena nama besar, melainkan berkat kekuatan brand, pengalaman nasabah (customer experience), serta inovasi digital yang konsisten menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Baca juga: Harga Saham BBCA Lompat 5 Persen Usai Rilis Kinerja Keuangan Kuartal III 2025

“BCA menjawab kebutuhan masyarakat terutama dengan sentuhan digital dan layanan yang semakin praktis. Mereka (BCA) cukup kuat dan tetap bertahan menjadi brand tepercaya walau banyak bank digital bermunculan,” katanya.

Trioksa menambahkan, faktor pengalaman juga menjadi kunci penting dalam menjaga loyalitas nasabah lintas generasi.

“Dari pengalaman positif itu, keluarga biasanya akan menyarankan hal yang sama ke anggota lainnya. Selama layanan tetap baik dan pengalaman nasabah menyenangkan, BCA akan terus bertahan,” tutupnya. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

2 mins ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

15 mins ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

24 mins ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

34 mins ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

41 mins ago

Prabowo Tegaskan Defisit APBN Tetap 3 Persen, Hanya Diubah Jika Terjadi Krisis Besar

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More

50 mins ago