Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk, memiliki strategi khusus untuk menghadapi perubahan yang sangat cepat dan cenderungt tidak bisa ditebak atau VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity).
“Kita melakukan dua transformasi sekaligus, yakni digital transformation dan culture transformation,” ungkap Direktur Human Capital BRI Agus Winardono dalam seminar ‘Solvieng Scarcity of Leader to Face The Era of VUCA’ di Jakarta, Kamis, 8 April 2021.
Menurut Agus, dua transformasi tersebut dilakukan untuk menjawab lima tantangan eksternal, yakni digitalisasi, globalisasi, system development, millenial generation, dan global talent.
Dua transformasi tersebut, lanjut Agus, harus dilakukan secara bersamaan. Digital transformation terkait dengan business model. Ini tak bisa jalan tanpa ada culture transformation.
“Kalau transformasi ini sukses, kami akan sukses juga menghadapi tantangan di era VUCA,” tegas Agus dalam Human Capital Summit hasil kerjasama Majalah Infobank dan Ikatan Bankir Indonesia (IBI) itu.
Apa indikator keberhasilan program transformasi? “Pada ujungnya, transformasi harus menghasilkan business performance,” tegas Agus. (*) Darto Wiryosukarto
Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More
Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More
Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More
Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More