Ilustrasi: Industri asuransi/istimewa
Poin Penting
Jakarta – Selama lima dekade beroperasi di Indonesia, MSIG Indonesia tak sekadar merayakan usia. Perusahaan asuransi umum ini sedang menata ulang posisinya untuk menjawab perubahan risiko, arah pembangunan nasional, hingga dinamika global industri asuransi.
Presiden Direktur MSIG Indonesia, Shikato Takeuchi, menegaskan bahwa perjalanan sejak 1975 membentuk DNA perusahaan sebagai penyedia perlindungan yang relevan bagi korporasi, UKM, hingga individu di seluruh Indonesia.
Namun, relevansi itu kini dimaknai lebih luas, yakni bukan hanya proteksi finansial, tetapi juga ketahanan masyarakat.
“Seiring dengan terus majunya Indonesia, fokus kami tetap pada menyediakan perlindungan yang benar-benar menjawab kebutuhan nasabah dan komunitas,” ujar Shikato dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (23/12).
Baca juga: OJK Pastikan Industri Asuransi Siap Percepat Penjaminan Polis ke 2027
Pernyataan tersebut mencerminkan arah strategi MSIG Indonesia yang semakin kontekstual. Di tengah meningkatnya risiko iklim, transformasi energi, dan digitalisasi ekonomi, perusahaan melihat asuransi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan, bukan sekadar produk keuangan.
Langkah ini diperkuat oleh posisi MSIG Indonesia sebagai bagian dari MS&AD Insurance Group, salah satu grup asuransi umum terbesar di dunia. Dukungan keahlian global dari Jepang melalui Mitsui Sumitomo Insurance dikombinasikan dengan pemahaman lokal menjadi fondasi utama strategi bisnisnya.
“Pencapaian ini merupakan wujud kepercayaan yang diberikan kepada kami dan komitmen kami terhadap pertumbuhan berkelanjutan Indonesia,” kata Shikato.
Ke depan, arah strategis MSIG Indonesia akan semakin dipengaruhi oleh transformasi di tingkat grup. MS&AD Insurance Group Holdings telah mengumumkan penggabungan dua entitas intinya, yakni Mitsui Sumitomo Insurance dan Aioi Nissay Dowa Insurance yang ditargetkan efektif pada April 2027. Pasca merger, grup akan mengadopsi identitas global MSIG, Mitsui Sumitomo Insurance Group.
Baca juga: Ketahanan Industri Asuransi dan Peluang Pertumbuhan 2026
Rebranding ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan upaya memperkuat konsistensi global sekaligus memperjelas fokus bisnis. Salah satu prioritas yang mulai terlihat adalah pengembangan solusi asuransi untuk energi terbarukan serta produk berbasis teknologi digital. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More