News Update

Strategi Mandiri Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan

Jakarta – Di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang penuh tantangan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) tetap mampu menjaga kualitas Pembiayaan di bawah batas ketentuan regulator sebesar 5 persen.

Hingga kuartal III 2018 rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) Nett Mandiri Syariah mengalami perbaikan menjadi 2,51 persen dari sebelumnya yang sebesar 3,21 persen. Sedangkan untuk NPF gross turun dari 4,69% menjadi 3,65%.

Direktur utama Mandiri Syariah Toni E.B Subari mengatakan untuk menekan NPF selain melakukan restrukturisasi pembiayaan bermasalah Mandiri Syariah lebih selektif dalam memilih sektor pembiayaan khususnya di sektor yang terpengaruh dengan kurs dan sektor minyak dan gas.

“Sejak satu tahun terakhir kita memilih sektor yang lebih sustain yang tidak terpengaruh dengan kondisi makro. Sebagai gantinya Mandiri Syariah akan lebih mengembangkan pembiayaan di sektor sektor education dan health care.” ujarnya saat paparan kinerja Mandiri Syariah, Kamis, (9/11) di Jakarta.

Toni menjelaskan saat ini penyumbang rasio pembiayaan bermasalah terbesar di dominasi oleh segmen menengah di segmen komersial.“Untuk segmen wholesale, NPF berada diangka 6 persen, Sedangkan untuk segmen retail jauh lebih baik di angka 1,78 persen. komposisi retail kita lebih dari 60 persen jadi secara total kita mengalami perbaikan secara signifikan.” Papar Toni.

Pembiayaan Mandiri Syariah sendirri per Triwulan III 2018 tumbuh sebesar 11,11 persen (yoy), semula Rp58,72 triliun pada Triwulan III 2017, menjadi Rp65,24 triliun. Segmen Konsumer mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 28,65 persen (yoy) dari semula Rp19,54 triliun menjadi Rp25,14 triliun. Naiknya pembiayaan mendorong peningkatan laba bersih mencapai Rp435 miliar, naik sebesar 67 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp261 Miliar.(Dicky F Maulana)

Risca Vilana

Recent Posts

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

11 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

22 mins ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

3 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

4 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

5 hours ago