Ilustrasi: Gedung Hanwha Life. (Foto: istimewa)
Jakarta – Hanwha Life, perusahaan asuransi jiwa dari Korea Selatan optimistis akan memperbesar eksistensinya di 2025, setelah mencatakan kinerja positif di tahun lalu.
Selama tiga tahun ke depan, Hanwha Life menargetkan ‘Triple ONE’, yakni pendapatan premi Rp1 triliun, 1 juta Hanwha Friends, serta pangsa pasar 1 persen.
CEO Hanwha Life Indonesia, Steven Namkoong mengungkapkan, Hanwha Life berhasil mencatatkan rekor pencapaian premi bruto terbesarnya, yakni Rp252,95 miliar selama 2024, naik Rp84,40 miliar atau lebih dari 50 persen (yoy) dari tahun 2023 yang sebesar Rp168,55 miliar.
“Pertumbuhan premi yang tinggi ini, terutama untuk premi bisnis baru, merupakan hasil dari fokus strategi perusahaan dalam meningkatkan inovasi, solusi berorientasi nasabah, dan saluran distribusi,” jelas Steven dikutip 26 Maret 2025.
Hanwha Life terus mengukuhkan posisinya sebagai penyedia layanan asuransi yang terpercaya bagi masyarakat Indonesia. Tahun 2024, Hanwha Life telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp170,60 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp72,2 miliar pada 2023.
Baca juga: OJK Usulkan Skema Asuransi Program Makan Bergizi Gratis, Siapa yang Bayar Premi?
Meskipun industri asuransi jiwa menghadapi kondisi berat, Hanwha Life Indonesia berhasil menutup tahun 2024 dalam kondisi keuangan stabil, dengan total aset Rp2,13 triliun, aset investasi Rp1,92 triliun, dan tingkat solvabilitas (RBC) tercatat 1.010,8 persen atau hampir 9 kali lipat dari persyaratan minimum 120 persen yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Hanwha Life terus memperkuat posisinya di industri asuransi dengan menjalin kemitraan dengan 257 perusahaan. Langkah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan asuransi serta meningkatkan jumlah pelanggan yang kini telah mencapai 150.000.
Selain memperluas kemitraan dengan perusahaan, Hanwha Life juga memperkuat saluran distribusi melalui bancassurance bersama empat bank di Indonesia.
“Kami telah membangun Customer Center baru pada Oktober 2024 dan Hanwha Financial Hub untuk Sales Networking pada Februari 2025. Selain itu, sebagai perwakilan K-Insurance, kami akan segera meluncurkan produk asuransi Universal,” ujar Steven.
Pada 2025, perseroan tengah mengimplementasikan berbagai strategi untuk menjadi mitra perencanaan keuangan masyarakat Indonesia.
Pertama, kata Steven, Hanwha Life akan terus melanjutkan inovasi digital berbasis AI. Hanwha Finance Flagship akan memberikan pengalaman asuransi yang mudah, nyaman, dan aman.
“Ini tidak hanya akan meningkatkan layanan bagi pelanggan, tetapi juga untuk agen, tenaga pemasar, perencana keuangan dan mitra bisnis,” jelas Steven.
Baca juga: AAUI Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Asuransi Pertanian 2025-2030
Kedua, Hanwha Life akan memperkuat portofolio bisnis di Indonesia lewat kolaborasi lembaga keuangan. Hanwha Life pertama memulai bisnis asuransi jiwa pada 2013, kemudian mulai 2023 menjalin kerja sama dengan Lippo General Insurance, dan saat ini dalam proses bekerja sama dengan Bank Nobu dan perusahaan manajemen aset Ciptadana.
“Semua ini diharapkan dapat memperkuat posisi serta memperluas area layanan jasa keuangan Hanwha Life di Indonesia,”tambahnya.
Ketiga, penerapan penuh IFRS17. Manajemen Hanwha Life akan mengadopsi standar IFRS17 untuk meningkatkan kesehatan keuangan mulai 2025. Melalui peningkatan aset investasi dan pendapatan premi, tahun ular kayu diharapkan menjadi tahun Hanwha Life semakin dipercaya oleh lebih banyak masyarakat Indonesia. (*)
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More
Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More
Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More
Poin Penting OJK dan Kemenkeu berkoordinasi menurunkan bunga kredit melalui penempatan dana pemerintah dan pengendalian… Read More
Poin Penting BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat perlindungan data pribadi… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memproyeksikan BI Rate hanya dipangkas maksimal dua kali pada 2026 dengan… Read More