News Update

Strategi BRI Insurance Bertahan di Tengah Pandemi

Jakarta – Direktur Utama BRI Insurance, Fankar Umran optimis setiap industri mampu bertahan ditengah pelemahan ekonomi akibat pandemi covid-19. Tak terkecuali dengan industri keuangan non bank (IKNB).

Fankar menilai, setiap perusahaan harus menerapkan 5 langkah utama dalam melewati masa pelemahan ekonomi saat ini untuk dapat bertahan.

“Ada 5 step yang kami sebut 5R bagaimana transformasi bisnis merespon pandemi. Pertama adalah resolve bagaimana menemukan solusi dan masalah di masa ini dan mengukur kerugian dan masalah yang ditimbulkan,” kata Fankar saat menghadiri Webinar Infobank Insurance Industry Challanges “The Future of Insurance Sector After Covid 19” di Jakarta, Senin 24 Agustus 2020.

Setelah itu yang perlu dilakukan perusahaan adalah straregi bertahan, resilience ditengah perlambatan ekonomi. Menurutnya efisiensi dan efektivitas biaya bila diperlukan harus dijalankan untuk pertahankan bisnis saat ini.

Langkah ketiga adalah Re-engineer atau merekayasa ulang proses bisnis untuk menyederhanakan birokrasi. Tak hanya itu Perusahaan juga bisa merekayasa ulang produk berdasarkan personalisasi dan keadaan pasca pandemi.

Setelah itu pada langkah keempat ialah restrukturisasi organisasi berdasarkan tantangan yang dihadapi dan kebutuhan perusahaan. Menurutnya ditengah pandemi kebutuhan masyarakat semakin berubah ke digital oleh karena itu organisasi harus bisa menangkap peluang tersebut.

Dan terakhir ialah redefine atau menetapkan ulang dan mendefinisikan ulang strategi bisnis dan model bisnis pada pasar dan mitra perusahaan. Diharapkan melalui lima langkah tersebut perusahaan dapat melewatk badai perlambatan ekonomi yang sedang terjadi saat ini.

Seperti diketahui, ditengah perlambatan ekonomi RI yang mencapai -5,32% di Kuartal II-2020. Pada paruh pertama tahun 2020 pertumbuhan premi asuransi juga terlihat terkontraksi sebesar 10% year on year (yoy). Sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi juga terkontraksi sebesar 2,3% (yoy). (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago