News Update

Strategi BPR Pulihkan Bisnis di Tengah Pandemi

Jakarta – Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mengungkapkan, pandemi telah menekan kinerja industri bank perkreditan rakyat (BPR). Oleh karena itu, asosiasi mengeluarkan beberapa strategi dalam menghadapi pandemi dan menyongsong pemulihan bisnis.

Demikian hal tersebut seperti diungkapkan oleh Ketua Perbarindo Joko Suyanto dalam Webinar dan E-awarding ke 90 Infobank BPR Awards 2020: Penyelamatan BPR “Ujung Tombak Pembiayaan UMKM di Tengah Pandemi”, di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.

“Kata kuncinya adalah bagaimana di dalam situasi ini ada adaptasi baru. Sehingga, BPR mau tak mau didorong untuk beradaptasi pada lingkungan dan situasi yang tengah menjadi tantangan kita bersama (COVID-19), agar dapat mengakselerasi pelayanan nasabah dan tentunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Beberapa strategi telah dikeluarkan Perbarindo untuk menghadapi hal tersebut. Untuk menghadapi COVID-19, strategi pertama adalah fokus untuk melakukan relaksasi bagi debitur yang terdampak. Kemudian, mengenai pertumbuhan kredit yang harus dilakukan secara selektif pada sektor-sektor prospektif. Kemudian yang terakhir adalah menjaga stabilitas likuditas.

“Ini tentunya menjadi prioritas, beberapa hal yang tentunya bisa diinisiasi atau dilakukan dengan kontrol yang ketat kepada seluruh pencairan kredit dalam konteks adalah pertama, menerapkan prioritas, yang kedua adalah prinsip prudentialnya dipastikan dijaga dengan baik,” tambah Joko.

Sementara, strategi-strategi BPR dalam menyongsong pemulihan bisnis antara lain, upaya restrukturisasi harus dilakukan dan dipastikan prudent sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan permasalahan baru di masa mendatang, peran intermediasi perbankan yang baik agar dapat membantu proses pemulihan eknomi, serta adaptasi terhadap kondisi ‘adaptasi baru’ dengan pengimplementasian teknologi.

“Jadi ada tiga hal, yakni ketahanan daya saing pasca pandemi, dukungan terhadap ekonomi daerah, serta transformasi digital,” tegas Joko. (*) Bagus Kasanjanu

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

17 mins ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

32 mins ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

3 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

3 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

3 hours ago

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Rp2 Triliun, untuk Apa?

Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More

4 hours ago