Perbankan

Strategi Bank QNB Indonesia Perkuat Bisnis Korporasi

Poin Penting

  • Berdasarkan data BI, penyaluran kredit sektor korporasi hingga September 2025 naik 10,5 persen yoy, melanjutkan tren kenaikan dari 9,9 persen pada Agustus 2025.
  • Bank QNB Indonesia memperkuat bisnis di sektor utama seperti FMCG, energi, manufaktur, infrastruktur, dan ekonomi digital, dengan tata kelola serta manajemen risiko yang kuat.
  • Hingga Agustus 2025, QNB Indonesia menyalurkan kredit Rp8,20 triliun, tumbuh 17,56 persen yoy—melampaui rata-rata industri perbankan nasional sebesar 7,56 persen.

Jakarta – Nilai penyaluran kredit untuk sektor korporasi terus melanjutkan tren positifnya hingga September 2025. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit koporasi di sembilan bulan pertama tahun 2025 ini tumbuh sekitar 10,5 persen year on year (yoy). Jika dibanding Agustus 2025, pertumbuhannya hanya 9,9 persen.

Tren positif kredit korporasi tersebut jadi concern PT Bank QNB Indonesia. Bank di bawah naungan QNB Group pun berusaha terus memperkuat fokus bisnisnya pada segmen korporasi dan institusi.

Mario Utama, Direktur Corporate & Institutional Banking PT Bank QNB Indonesia Tbk mengatakan penguatan kedua segmen tersebut dilakukan dengan memperkokoh posisi di sektor-sektor utama seperti FMCG, energi, manufaktur, infrastruktur, dan ekonomi digital.

Baca juga: Bank QNB Indonesia Raup Laba Rp86,41 Miliar di 2024, Tumbuh Hampir 25 Persen

“Langkah ini juga didukung oleh tata kelola perusahaan yang kuat serta manajemen risiko yang prudent,” jelas Mario dalam keterangan resminya, 24 Oktober 2025.

Selama lebih dari satu dekade berada di bawah naungan QNB Group, kata Mario, Bank QNB Indonesia telah menghadirkan solusi keuangan yang membantu nasabah menghadapi tantangan serta membuka peluang di pasar yang terus berkembang pesat.

“Kami telah berevolusi seiring dengan perkembangan pasar—menyediakan solusi, mendorong transformasi digital, dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek kegiatan bisnis kami,” ujar Mario.

Transformasi Digital

Terkait dengan transformasi digital, Nick Groene, Presiden Direktur PT Bank QNB Indonesia Tbk mengaku, pihaknya terus mengembangkan dan memperluas solusinya dan memperkuat manajemen risiko, serta menghadirkan layanan sesuai kebutuhan nasabah.

“Melalui layanan Corporate Internet Banking yang komprehensif hingga kemampuan pengelolaan kas yang terdepan melalui API dan virtual account, kami berinvestasi dalam inovasi yang berorientasi pada kemudahan dan kebutuhan nasabah,” ujarnya.

Baca juga: BI Wanti-wanti NPL Kredit Konsumsi Trennya Cenderung Meningkat

Kinerja Kredit Bank QNB Indonesia

Hingga Agustus 2025, Bank QNB Indonesia mencatatkan kinerja intermediasi yang solid. Realisasi kredit di delapan bulan pertama tahun 2025 perseroan mencapai Rp8,20 triliun atau tumbuh 17,56 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,98 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut di atas rata-rata industri perbankan nasional yang di level 7,56 persen yoy, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

57 mins ago

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

4 hours ago

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

5 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

5 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

5 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

5 hours ago