Ilustrasi: Pelayanan Bank Mega Syariah. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2025 di tengah likuiditas perbankan yang makin ketat.
Selama lima bulan pertama tahun 2025, DPK Bank Mega Syariah non bank tumbuh 9,38 peren secara tahunan menjadi Rp11,31 triliun.
Corporate Communication Division Head Bank mega Syariah Hanie Dewita menjelaskan, peningkatan DPK tersebut didorong pertumbuhan dana murah atau CASA yang tumbuh 25 persen secara tahunan menjadi Rp3,65 triliun dan peningkatan jumlah nasabah yang mencapai 472 ribu nasabah per Mei 2025.
Baca juga: DPK Perbankan Kian Melambat, Hanya Tumbuh 3,9 Persen di Mei 2025
“Porsi CASA meningkat dari 28,9 persen pada Mei 2024 menjadi 33,1 persen. Sedangkan total tabungan mencapai lebih dari Rp1,52 triliun,” ujar Hanie dikutip 7 Juli 2025.
Untuk menggenjot penghimpunan dana masyarakat, Bank Mega Syariah telah menyiapkan sejumlah strategi. Digital Business & Product Management Division Head, Benadicto Alvonzo Ferary menjelaskan, pihaknya akan memperkuat basis nasabah ritel dengan menawarkan solusi tabungan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah saat ini.
“Bank juga mendorong peningkatan DPK melalui diversifikasi produk dan layanan digital,” jelasnya.
Kata Ben, untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan di era digital seperti sekarang ini, perseroan juga menyediakan produk Tabungan Berkah Digital IB (Digiberkah).
“Per Mei 2025, total volume tabungan Digiberkah mencapai Rp12,4 miliar, tumbuh 267 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.
Baca juga: Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Capai Rp482 Miliar di Mei 2025, Tumbuh 37,3 Persen
Bank Mega Syariah juga mendorong minat masyarakat menabung haji sejak dini melalui kampanye GenHajj – Haji Mudah untuk Semua Generasi.
Lewat sejumlah strategi tersebut, Bank Mega Syariah yakin mampu menjaga pertumbuhan DPK bank di tengah likuiditas perbankan yang makin ketat. (*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More