Ilustrasi: Pembiayaan mobil. (Foto: istimewa)
Jakarta – Dalam lanskap ekonomi yang bergerak cepat dan tantangan hidup yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap dana.
Mereka membutuhkan mitra yang memahami kebutuhan mereka, memberi ruang untuk bertumbuh, dan membantu mereka meraih kehidupan yang lebih baik.
Bagi Astra Credit Companies (ACC), pembiayaan bukan sekadar soal angka, tetapi bagian dari proses menciptakan nilai dalam kehidupan masyarakat.
“Sesuai dengan misi ACC To Promote Credit for A Better Living, kami berkomitmen untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat lewat pembiayaan yang aman, nyaman, dan solutif,” ujar Riadi Prasodjo, EVP Strategic & Communications ACC kepada Infobank, Rabu (16/7).
Komitmen tersebut diterjemahkan dalam layanan yang tidak hanya fokus pada transaksi, tetapi juga edukasi dan pendampingan kepada pelanggan.
Baca juga: Astra Financial Bidik Transaksi Rp2,9 Triliun di GIIAS 2025, Begini Strateginya
Hingga pertengahan 2025, ACC mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan permintaan yang masih terjaga, meski perilaku konsumen kini cenderung lebih selektif dan berhati-hati.
ACC menanggapinya dengan strategi yang lebih adaptif serta edukasi berkelanjutan kepada pelanggan, termasuk tentang bagaimana memanfaatkan layanan pembiayaan secara bertanggung jawab.
Di sisi lain, pertumbuhan signifikan terlihat pada lini pembiayaan syariah yang terus menguat.
“Perkembangan pembiayaan syariah menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2025, amount finance pembiayaan syariah kami tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan tahun lalu,” ungkap Riadi.
Pilihan terhadap model syariah tidak hanya menjangkau segmen tertentu, tetapi juga menegaskan posisi ACC sebagai penyedia pembiayaan yang inklusif.
Sementara itu, rebranding produk ACC Danaku menjadi penanda penting dalam upaya ACC menjangkau kebutuhan yang lebih luas. Produk ini hadir sebagai solusi dana multiguna yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti renovasi rumah, biaya pendidikan, pernikahan, hingga investasi emas.
“Kami melihat potensi positif dari ACC Danaku untuk menyokong kemudahan pembiayaan mobil dan kebutuhan hidup lainnya. Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas finansial,” tambah Riadi.
Transformasi digital juga menjadi tulang punggung dalam strategi ACC. Melalui aplikasi ACC ONE, pelanggan kini dapat mengakses layanan secara mandiri dan mudah. Dari perpanjangan STNK dan BPKB, hingga klaim asuransi dan layanan purna jual.
Baca juga: AstraPay Genjot Transaksi Digital di GIIAS 2025, Targetnya Segini
“ACC ONE hadir untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan. Digitalisasi ini kami rancang bukan sekadar untuk efisiensi internal, tapi untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna,” jelas Riadi.
Menyikapi tantangan global, termasuk suku bunga tinggi dan ketidakpastian pasca transisi pemerintahan, ACC mengambil langkah yang hati-hati namun tetap progresif.
Menatap semester II 2025, ACC menargetkan pertumbuhan pembiayaan yang positif dan berkelanjutan. Perusahaan akan memperkuat jaringan distribusi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga kualitas kredit.
“Fokus kami bukan hanya tumbuh, tapi tumbuh dengan sehat. Kami percaya, kehidupan yang lebih baik bisa dicapai lewat pembiayaan yang bertanggung jawab dan terus berkembang,”pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More