Poin Penting
Jakarta – PT ACA Pacific mengumumkan telah menjadi distributor Zoom untuk pasar Indonesia. Ini menjadi salah satu strategi perseroan dalam memperkuat ekosistem contact center di Indonesia melalui kemitraan teknologi strategis.
Melalui penunjukan ini, ACA Pacific akan menghadirkan solusi platform kerja terbuka berbasis AI dari Zoom, termasuk Zoom Phone yang dirancang khusus untuk kebutuhan contact center, operasional layanan pelanggan, dan komunikasi bisnis modern.
Wiranto, Country Manager ACA Pacific, menegaskan bahwa langkah ini memperkuat kemitraan strategis perusahaan dalam menghadirkan solusi contact center yang lebih modern. ACA Pacific berperan menyediakan fondasi teknologi yang mendukung penguatan ekosistem contact center nasional.
Baca juga: Incar Pasar Menengah Atas, Vapezoo Ekspansi ke Malaysia Hingga Korea
“Dengan ACA Pacific yang kini secara resmi bertindak sebagai distributor yang berfokus pada solusi Zoom Workplace, termasuk Zoom Phone,” jelas Wiranto dikutip 4 Desember 2025.
“Kami ingin membantu berbagai industri meningkatkan kualitas layanan komunikasi mereka di era AI saat ini,” tambahnya.
Menurutnya, Zoom Phone sebagai bagian dari platform Zoom Workplace menjadi komponen penting dalam mendukung kebutuhan contact center masa kini. Solusi telepon berbasis cloud ini dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan komunikasi suara, operasi layanan pelanggan, serta alur kerja contact center berbasis internet.
“Solusi ini juga menawarkan keamanan dan akses tanpa batas melalui konektivitas internet, tanpa bergantung pada pulsa telepon tradisional,” jelasnya.
Baca juga: Strategi CIO 2026: Tekankan Investasi Teknologi di Tengah Ancaman Ekonomi Global
Dalam memperluas ekosistem contact center, ACA Pacific juga akan menghadirkan total contact center solution melalui kolaborasi dengan berbagai penyedia teknologi pendukung.
“Ke depannya, kami juga akan menyediakan solusi contact center total melalui ekosistem perangkat pendukung yang berkolaborasi dengan Zoom, seperti Avaya, Audiocode, dan beberapa penyedia teknologi lainnya,” tutup Wiranto. (*)
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More