News Update

Stimulus PPnBM Bakal Dorong Penjualan Mobil Tumbuh Diatas 11%

Jakarta – Stimulus Pemerintah berupa diskon Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda empat diprediksi bakal mendongkrak penjualan mobil hingga diatas 11% hingga akhir tahun 2021.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, peningkatan penjualan sudah mulai terasa pada pemberlakuan stimulus pada pertengahan Maret 2021.

Hal ini tercermin dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mencatat pembelian kendaraan bermotor mobil pada bulan Maret sudah meningkat 10,5% (YoY).

“Di April sudah bertambah diberikan relaksasi PPnBM untuk kendaraan mobil dengan kriteria 1.500-2.500 cc, kami perkirakan di April dan Mei 2021 akan ada peningkatan lagi penjualan kendaraan bermotor lebih dari 11%,” kata Faisal di Jakarta, Selasa 27 April 2021.

Meski demikian, jelas dia, pertumbuhan penjualan tersebut tidak didasari oleh demand permintaan di masyarakat. Faisal menilai, masyarakat membeli mobil hanya untuk memanfaatkan momentum diskon pajak oleh Pemerintah bukan karena sebuah kebutuhan.

“Yang perlu dicatat adalah stimulus yang diberikan untuk PPnBm ini kami perkirakan masih belum terlalu sustainable. Karena kalau kita melihat dari sisi respon dari pada konsumen ini rata-rata memang hanya memanfaatkan adanya diskon yang diberikan oleh pemerintah jadi tidak murni merupakan demand kebutuhan,” ucap Faisal.

Sebagai informasi saja,kebijakan diskon pajak atas kendaraan bermotor yang telah diterbitkan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-20/PMK.010/2021 disambut positif oleh masyarakat. Tercatat, PPnBM yang ditanggung pemerintah menjadi 50% untuk pembelian di Juni-Agustus dan 25% pada September-Desember 2021.

Pemerintah sendiri juga sudah memperluas cakupan kendaraan bermotor yang mendapatkan fasilitas diskon pajak, yaitu dengan melakukan relaksasi persyaratan local purchase menjadi paling sedikit 60% dari sebelumnya 70% dan menambah segmen kendaraan 4×2 dan 4×4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI

Poin Penting Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI, menggantikan Iman Rachman, namun peresmiannya masih… Read More

9 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,57 Persen ke Level 8.047

Poin Penting IHSG menguat signifikan pada sesi I perdagangan 3 Februari 2026, naik 1,57 persen… Read More

2 hours ago

BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More

2 hours ago

Mengeliminasi Fragmentasi Global dan Menimbang Posisi Indonesia

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More

2 hours ago

Pemerintah Siapkan Rp12,8 Triliun untuk Stimulus Ekonomi di Kuartal I 2026

Poin Penting Stimulus Rp12,83 triliun digelontorkan pemerintah selama Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk mendorong ekonomi… Read More

2 hours ago

HRTA Rilis Aplikasi HRTA Gold untuk Transaksi Emas dan Perhiasan, Ini Keunggulannya

Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More

3 hours ago